Minggu, 19 Juli 2026

BRI Catat Pertumbuhan Kredit Rp1.373 Triliun di Triwulan I/2025, NPL Turun Tajam Berkat Strategi Risiko yang Efektif

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Mei 2025 | 15:07 WIB
NPL turun dan LAR terkendali, BRI perkuat komitmen untuk membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan inklusif (Dok. BRI)
NPL turun dan LAR terkendali, BRI perkuat komitmen untuk membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan inklusif (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencatatkan performa solid dalam mengelola risiko kredit dan menjaga kesehatan portofolio pembiayaan.

Di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil, BRI berhasil menunjukkan ketangguhan dengan menurunnya rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) dan peningkatan cadangan kerugian yang signifikan.

Dalam paparan kinerja keuangan Triwulan I 2025 yang digelar pada 30 April lalu, Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, mengungkapkan bahwa rasio NPL perusahaan menyusut dari 3,11% pada Maret 2024 menjadi 2,97% per akhir Maret 2025.

Baca Juga: Liga Kompas U-14 2024-2025 Didukung BRI, Cetak Juara Sekaligus Kirim 18 Talenta ke Gothia Cup

Penurunan ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dan sistem manajemen risiko yang disiplin dalam proses kredit BRI.

Tak hanya itu, indikator kesehatan lainnya juga memperlihatkan arah yang positif. Rasio Loan at Risk (LAR), yang mencerminkan potensi kredit bermasalah di masa mendatang, juga turun tajam dari 12,68% menjadi 11,12%.

Ini menandakan bahwa BRI berhasil menjaga kualitas asetnya tetap prima meskipun tekanan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global terus membayangi.

Baca Juga: BRI Kucurkan Rp632 Triliun Buat UMKM, 1,2 Juta AgenBRILink Disiapkan

Menariknya, ketahanan finansial BRI semakin diperkuat dengan pencadangan risiko yang sangat memadai.

Hingga Maret 2025, NPL Coverage Ratio BRI mencapai angka 200,60%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi potensi kerugian kredit secara optimal.

“Dengan rasio pencadangan yang kuat ini, BRI tetap berada dalam posisi aman dan siap menghadapi gejolak ekonomi maupun tekanan global seperti perang tarif,” ujar Mucharom.

Baca Juga: Tancap Gas di Tengah Tantangan Global, BRI Tunjukkan Strategi Solid Menuju Ekspansi Berkelanjutan dan Universal Banking

Sebagai informasi, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom yang diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025 dan dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya setelah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK.

Sementara itu, dari sisi ekspansi kredit, BRI membukukan penyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun, naik 4,97% dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X