Minggu, 19 Juli 2026

Oknum Polisi Diduga Halangi Kerja Jurnalistik, IJTI Tapal Kuda Kirimkan Somasi Resmi ke Polres Bondowoso

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Mei 2025 | 07:32 WIB
Oknum polisi yang diduga menghalangi kerja jurnalistik. (Dok IJTI Tapal Kuda)
Oknum polisi yang diduga menghalangi kerja jurnalistik. (Dok IJTI Tapal Kuda)

 

SketsaNusantara.id - Oknum polisi diduga menghalangi kerja-kerja jurnalistik saat para wartawan hendak meliput proses evakuasi jenazah pendaki yang jatuh ke jurang di Gunung Saeng Bondowoso.

Oknum polisi tersebut menghardik para wartawan agar tidak mengambil foto maupun video.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, Tomy Iskandar, mengirimkan somasi resmi kepada pihak Polres Bondowoso.

Baca Juga: Oknum Polisi Bondowoso Arogan saat Proses Evakuasi Pendaki Tewas di Gunung Saeng, IJTI Tapal Kuda Kirimkan Somasi

“Media televisi memiliki peran penting sebagai alat komunikasi terhadap khalayak. Maka, banyak lembaga yang ambil peran besar menyampaikan pesan positif melalui media tv,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu 04 Mei 2025, malam.

Tommy mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum aparat yang melakukan pelarangan liputan (pengambilan gambar) saat proses evakuasi korban survival yang jatuh di puncak Gunung Saeng.

“Kami memiliki bukti video rekaman saat oknum polisi itu jelas-jelas melarang kami para wartawan untuk mengambil gambar proses evakuasi korban,” ujarnya.

Baca Juga: Wartawan Dilarang Meliput Proses Evakuasi Baim Pendaki yang Terjatuh di Gunung Saeng Bondowoso, Oknum Polisi Tunjukan Sikap Arogan

“Kami dari IJTI cukup menyayangkan dan mengecam keras oknum aparat yang melakukan pelarangan peliputan yang jelas menabrak UU Pers Nomor 40 tahun 1999,” tambahnya.

Tommy mengaku, rekan-rekan wartawan diminta untuk menutup kamera. “Dengan ucapan verbal ‘taruk-taruk!!’. Saat kami menyampaikan bahwa kami dari media. Oknum tersebut berkata ‘saya tidak mengurus media, media tidak ada dokumentasi’ ,” paparnya.

Maka dari itu, Tommy meminta agar Polres Bondowoso dan Mako Brimob Polda Jatim memberikan teguran dan sanksi etik atas tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X