Kamis, 4 Juni 2026

PHK Massal Hantam Media Nasional, Badai Efisiensi Paksa Ratusan Karyawan TV dan Radio Angkat Koper

Photo Author
Ali Harokan, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Mei 2025 | 15:53 WIB
Presiden Prabowo penuhi tuntutan para buruh melalui pembentukan Satgas PHK agar para pekerja mendapatkan hak-haknya akibat dampak pemecatan kerja dan mencegah terjadi PHK masal (bpjsketenagakerjaan.go.id)
Presiden Prabowo penuhi tuntutan para buruh melalui pembentukan Satgas PHK agar para pekerja mendapatkan hak-haknya akibat dampak pemecatan kerja dan mencegah terjadi PHK masal (bpjsketenagakerjaan.go.id)

 

SketsaNusantara.id — Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam industri media tanah air.

Kali ini, badai efisiensi menyapu bersih ruang-ruang redaksi, menyisakan sunyi dan air mata para jurnalis yang dulu menjadi garda terdepan penyampai informasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya tujuh perusahaan media besar tercatat melakukan PHK massal, mulai dari CNN Indonesia hingga media milik negara seperti TVRI dan RRI.

Baca Juga: Kompas TV Hadapi PHK Massal, Inilah Momen Haru Presenter Menangis Saat Pamit di Siaran Langsung

Diperkirakan lebih dari 600 karyawan terkena imbas langsung dari langkah efisiensi yang ditempuh perusahaan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @poin_opini, perkiraan jumlah karyawan yang menjadi korban efisiensi terbesar berasal dari CNN Indonesia dengan korban PHK sebanyak 200 orang.

Menyusul di belakangnya, Kompas TV melepas sekitar 150 pekerjanya. Di tengah berita pemutusan hubungan kerja itu, publik sempat dikejutkan dengan momen emosional seorang news anchor Kompas TV yang tak kuasa menahan tangis saat pamit di layar kaca.

Baca Juga: Janji Prabowo di May Day 2025: Satgas PHK Siap Dibentuk demi Selamatkan Hak Pekerja, Siapa Saja Anggotanya dan Apa Saja Tugasnya?

Tak hanya media swasta, perusahaan plat merah pun ikut terdampak. TVRI mengakhiri kerja sama dengan sejumlah kontributor dan tenaga lepas, sementara RRI memutus kontrak dengan pekerja outsourcing dan lepas.

Grup Emtek merumahkan sekitar 100 orang, sementara ANTV memfokuskan diri pada tayangan hiburan dengan memutus hubungan kerja 57 staf divisi produksi.

Di sisi lain, Viva Co.id memilih menutup kantor operasionalnya di kawasan Pulogadung, Jakarta, sebagai langkah efisiensi lanjutan.

Baca Juga: 6 Pernyataan Prabowo pada Peringatan Hari Buruh 2025: Janji Hapus Outsourcing, Bentuk Satgas PHK hingga Dukung Marsinah Jadi Pahlawan Nasional

MNC Media melakukan restrukturisasi besar-besaran. Sepuluh pimpinan redaksi dirampingkan menjadi tiga. Net TV bahkan telah menjual perusahaannya dan kini berada di bawah kendali MD Entertainment, yang langsung menutup seluruh divisi pemberitaan.

Republika pun tak luput dari tekanan zaman. Media yang telah lama dikenal dengan pemberitaan islami dan kredibel itu terpaksa melepas 60 karyawan, termasuk 29 wartawan aktif.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @poin_opini

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X