Kamis, 4 Juni 2026

Hardiknas 2025, Anies Baswedan Soroti Pentingnya Pendidikan Ulang bagi Orang Dewasa Lewat Skema Re-entry dan Retraining, Begini Penjelasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Mei 2025 | 12:17 WIB
Anies Baswedan sampaikan pentingnya pendidikan tak hanya di untuk anak-anak juga bagi orang dewasa, termasuk pelatihan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan sampaikan pentingnya pendidikan tak hanya di untuk anak-anak juga bagi orang dewasa, termasuk pelatihan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan (Instagram/aniesbaswedan)

Mengutip dari situs Badan Kepegawaian Negara, Re-entry merupakan program yang berfokus pada proses adaptasi kembali individu ke lingkungan kerja atau masyarakat setelah menjalani pendidikan atau pelatihan.

Sementara itu, retraining menitikberatkan pada pengenalan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Anies menekankan bahwa lebih dari 50 juta orang dewasa di Indonesia belum memiliki kualifikasi kerja yang memadai, bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena sistem pendidikan dulu tidak mendukung mereka untuk melanjutkan studi.

Dalam utasnya, Anies memberikan contoh konkret jika program pelatihan ulang relevan dengan kebutuhan nyata sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Anies Baswedan Apresiasi Putusan MK soal UU ITE Sebagai Kemenangan bagi Kebebasan Bersuara: Negara Tak Seharusnya Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

"Petani dapat dilatih mengelola sensor irigasi, penjahit belajar desain pola digital, dan pedagang kaki lima diajarkan tentang higienitas serta promosi melalui media sosial," tulisnya.

Pendidikan ulang ini, menurutnya bukan sekadar soal memberikan keterampilan, tetapi juga tentang memberikan pemikiran dan arah hidup baru.

Ia juga mengusulkan penguatan program seperti Paket A, B, C, dan Universitas Terbuka sebagai jalur utama re-entry, bukan sekadar alternatif darurat hanya untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah.

"Kita perlu jadikan pendidikan ulang orang dewasa sebagai budaya dan agenda nasional. Pemerintah daerah bisa buka pusat belajar di kampung-kampung," ucap Anies.

Baca Juga: Kena Sentil Raja Juli Antoni, Begini Respons Tak Terduga Anies Baswedan Usai Disindir Gunakan Masjid Jadi Tempat Sampaikan Sindiran Politik

"Dunia usaha ikut merancang pelatihan. Alumni program Paket C bisa jadi mentor. Belajar kembali bukan hal memalukan, tapi membanggakan," imbuhnya.

"Belajar tak boleh dibatasi usia. Jika ada yg ingin belajar di usia 15, 35 ataupun 55, maka negara harus siap menyediakan jalannya. Paket A, B, C, dan Universitas Terbuka harus diperkuat. Re-entry harus jadi jalur utama, bukan jalur darurat," tandasnya.

Selain itu, Anies menyoroti pentingnya pengakuan pengalaman kerja sebagai bagian dari pendidikan melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Baca Juga: 14 Quotes Ki Hajar Dewantara untuk Ucapan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2 Mei 2025, Posting untuk Motivasi di Medsos

Seorang tukang bangunan, juru masak, atau perawat lansia, misalnya, dapat memperoleh sertifikasi resmi atas keahlian yang mereka miliki dari praktik, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @aniesbaswedan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X