Kamis, 4 Juni 2026

Hardiknas 2025, Anies Baswedan Soroti Pentingnya Pendidikan Ulang bagi Orang Dewasa Lewat Skema Re-entry dan Retraining, Begini Penjelasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Mei 2025 | 12:17 WIB
Anies Baswedan sampaikan pentingnya pendidikan tak hanya di untuk anak-anak juga bagi orang dewasa, termasuk pelatihan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan sampaikan pentingnya pendidikan tak hanya di untuk anak-anak juga bagi orang dewasa, termasuk pelatihan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan (Instagram/aniesbaswedan)

Hasilnya, 70% anak muda Korea Selatan kini bergelar sarjana, siap menghadapi tuntutan zaman. Sementara di Indonesia angka sarjana masih di bawah 10%.

"Saat itu, Korea Selatan juga miskin dan baru pulih dari perang, tapi mereka memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah dan perguruantinggi," ungkap Anies.

"Awalnya tak mudah, ada sarjana yg jadi sopir. Tapi saat industri tumbuh, mereka siap. Sopir jadi supervisor pabrik. Supervisor naik jadi manajer," tuturnya.

Menurutnya sistem yang diterapkan di Korea Selatan menunjukkan kesiapan suatu negara yang serius membangun manusianya agar siap menyambut masa depan.

Baca Juga: Anies Baswedan Ucapkan Selamat Ulang Tahun pada Prabowo Subianto, Sampaikan Doa dan Harapan Mendalam untuk Indonesia

"Perbedaan (Indonesia dengan Korea) ini bukan hanya soal ijazah, tapi juga soal kesiapan. Negara yang menunda, akan terus tertinggal," ucap Anies.

Anies menyoroti Indonesia yang kini berhasil menghadirkan pendidikan dasar untuk semua anak. Namun, hanya 45% yang akhirnya lanjut hingga SMA.

Hingga kini, 55% pekerja di Indonesia juga hanya lulusan SMP ke bawah dan mayoritas bekerja di sektor informal. Meski punya kemauan kuat dan gigih, tapi sulit "naik kelas".

Anies juga ikut menyoroti bonus demograsi, saat kondisi usia produktif (15-64 tahun) dalam suatu negara lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Baca Juga: Apa Itu Bonus Demografi? Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Bagaimana Jika Separuh Rakyat Indonesia Adalah Anak Muda

Menurut Anies, tanpa pendidikan yang memadai, bonus demografi yang sedang dialami Indonesia justru berisiko menjadi beban.

"Dunia kerja berubah cepat. Gelar sekolah hari kemarin tidak cukup untuk pekerjaan hari esok," katanya.

"Kita perlu selesaikan pekerjaan besar yang dulu belum tuntas. Membangun SMP dan SMA, memastikan semua bisa lanjutkan hingga lulus," imbuhnya.

"Tapi itupun belum cukup. Kita juga harus membuka kembali pintu pendidikan bagi mereka yang sudah dewasa, yang dulu terpaksa berhenti di tengah jalan," tuturnya.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, Anies mengusulkan pendidikan ulang bagi orang dewasa melalui skema re-entry dan retraining.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @aniesbaswedan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X