“Tapi sejak jualan ini angsuran saya ke BRI lancar, Mas. Padahal setiap bulan saya harus membayar angsuran sebesar Rp 3,4 juta. Pembayaran itu bagi saya terasa ringan, karena istri saya juga berjualan es dawet sagu di lain tempat,” ungkap dia.
Dikatakan, istrinya, Muntini (61) berjulan di jalan raya Gudo – Blimbing, tepat di Desa Sukoiber, Gudo, Jombang. “Jadi keuntungannya say jadikan satu untuk membayar angsuran ke BRI,” kata dia.
Dia mengaku, setiap jatuh tempo pembayaran ia selalu tertib membayar. “Makanya sebelum akhir angsuran, saya terus dihubungi oleh pihak BRI untuk diteruskan pinjamannya,” ujar Sudarmaji.
Kini, dari pengembangan usaha jualan es dawet, ia memiliki 2 cabang lagi. Dua cabang tersebut beroperasi di wilayah Kecamatan Purwoasri, Kediri. “Kalau ada penjual es dawet sagu tulisan tambahan cabang Gus Dur, itu adalah cabangnya sini,” pungkas Sudarmaji.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Perjuangan Suryani dari Warung Pinggir Jalan ke Toko, Sukses Beromzet Rp500 Ribu per Hari Berkat Pendanaan KUR BRI dan PNM Mekaar
Siapkan Dana Rp3 Triliun, BRI Lakukan Buyback untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor dan Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang
Berkat Program BRI, Usaha Kue Rumahan Ini Sukses Tembus Pasar Digital dan Raup Omzet Berkali Lipat