Kamis, 4 Juni 2026

Asal Usul Hari Buruh 1 Mei, Pernah Dilarang di Zaman Orde Baru karena Dianggap Gerakan Komunis

Photo Author
Sania Alif Pianti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 30 April 2025 | 08:28 WIB
Sejarah hari buruh internasional. (Tangkap layar YouTube Project Tambahan)
Sejarah hari buruh internasional. (Tangkap layar YouTube Project Tambahan)

Peristiwa Haymarket mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional. Pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para buruh.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Hari Buruh pertama kali terjadi pada masa kolonial Belanda, tepatnya pada 1 Mei 1918. Saat itu, sebuah serikat buruh bernama Kung Tang Hwee mengadakan unjuk rasa. Tokoh Adolf Baars turut menyuarakan keprihatinan terhadap rendahnya harga sewa tanah bagi buruh, yang memicu gelombang protes.

Baca Juga: Happy Labor Day! Rekomendasi 12 Twibbon Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025 untuk Meriahkan Ucapan di Media Sosial

Setelah Indonesia merdeka, Hari Buruh kembali diperingati pada 1 Mei 1946. Namun, pada masa Orde Baru, perayaan ini dilarang karena dianggap berafiliasi dengan gerakan komunis.

Baru setelah berakhirnya era Orde Baru, Hari Buruh kembali diperingati secara luas oleh masyarakat dan organisasi buruh di berbagai daerah. Aksi-aksi demonstrasi dan tuntutan mengenai upah dan kesejahteraan kembali mewarnai setiap 1 Mei.

Pada tahun 2013, pemerintah Indonesia resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, yang mulai diberlakukan pada tahun 2014.

Baca Juga: Sering Dianggap Istilah Bahasa Inggris untuk Hari Buruh, Ternyata May Day dan Labor Day Beda? Ini yang Diperingati Tanggal 1 Mei

Hari Buruh biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan, antara lain:

1. Demonstrasi dan Aksi Damai:

Serikat pekerja dan organisasi buruh menyuarakan tuntutan terkait hak dan kondisi kerja yang lebih baik.

2. Upacara dan Perayaan:

Di beberapa negara dan wilayah, Hari Buruh diperingati dengan upacara resmi untuk menghormati kontribusi para buruh.

3. Kampanye dan Advokasi:

Dilangsungkan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X