"Ini juga divideokan, diviralkan, berkali-kali dikatakan eolah-olah dia ga punya rumah tapi mengutamakan wisuda," imbuhnya.
Dengan lontaran kata yang terus diulang oleh Dedi Mulyadi menurut Retno sebagai bentuk justifikasi terhadap anak dan merupakan bentuk dialog yang tak seharusnya dilakukan Dedi Mulyadi.
Seabab menurutnya, kebebasan berpendapat, termasuk pendapat anak juga dilindungi oleh konstitusi.
Pendapat anak justru menurutnya harus lebih dilindungi sebab secara akal cara berpikir anak pasti berbeda dengan orang dewasa.
Untuk itu Retno Listyanti mengingatkan pentingnya untuk menghormati dan melindungi pendapat anak, sebab tak baia dipungkiri setelah video ini viral makan justru masyarakat menyerang si anak.
Hal itu menurutnya akan menjadi contoh yang buruk bagi si anak dan akan diingatnya seumur hidupnya sebab itu akan menjadi pengalaman menyakitkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Mobil Masih Kredit dan Berpelat Jakarta, Gubernur Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Akhirnya Ganti Pelat
Dedi Mulyadi Tersulut Emosi saat Debat dengan Remaja Perempuan soal Larangan Perpisahan Sekolah: Miskin Gayanya Orang Kaya
Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Barak Militer untuk Siswa Bermasalah, Program Pembinaan Berlangsung 6 Bulan
Perdebatan Aura Cinta dan Dedi Mulyadi Diduga Settingan, Netizen Bongkar Latar Belakang dan Asal-usul Remaja Viral Asal Bekasi
Alasan Joko Anwar Kritisi Rencana Dedi Mulyadi Kirim Anak Bermasalah ke Barak Militer: Bukan Solusi yang Tepat