Kamis, 4 Juni 2026

KPAI Soroti Perdebatan Dedi Mulyadi dengan Pelajar yang Ingin Wisuda: Anak Ngomong Dipotong Terus...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 April 2025 | 17:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Perdebatan siswa SMA bernama Aura Cinta yang mengeluh penghapusan wisuda dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang viral di media sosial mendapatkan tanggapan dari KPAI.

Pelajar SMA yang viral mengaku miskin dan tak punya rumah namun tetap menginginkan ada wisuda di Jawa Barat menuai banyak tanggapan dari netizen.

Kebijakan wisuda dan studi tour di Jawa Barat memang sudah dihapus sejak kepimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, sebab dianggap akan memperberatkan orang tua.

Baca Juga: Viral Dedy Mulyadi Murka Lihat Lucky Hakim Plesiran ke Jepang, Baru 2 Bulan Jabat Bupati Sudah Berulah

Tanggapan perdebatan antara Dedi Mulyadi dan siswa tersebut datang dari pemerhati pendidikan dan anak komisioner KPAI 2017-2022 Retno Listyarti.

Dalam hal perdebatan Dedi Mulyadi dan siswa tersebut dipandang Retno Listyarti sebagai sebuah ketidakadilan kepada anak sebab anak menurutnya juga memiliki hak berpendapat.

"Ini masih usia anak, hak anak itu dilindungi lho untuk berpendapat," ujar Retno Listyarti dirangkum dari kanal YouTube Nusantara TV.

Baca Juga: Viral Dedy Mulyadi Murka Lihat Lucky Hakim Plesiran ke Jepang, Baru 2 Bulan Jabat Bupati Sudah Berulah

Menurutnya, Dedi Mulyadi saat berdebat dengan si anak harus memahami bahwa anak bersuara dilindungi oleh undang-undang.

Perdebatan tersebut menurut komisioner KPAI merupakan perdebatan yang tak seimbang karena Dedi Mulyadi sebagai gubernur memiliki kuasa yang tak seimbang dengan si anak.

"Jadi ketika anak berani berbicara, kalau saya sebagai pemerhati anak saya menganggap bahwa ini anak sebenarnya punya keberanian luar biasa," ujarnya.

Baca Juga: Terungkap! 5 Fakta Aura Cinta, Gadis Model Iklan Pinjol yang Debat dengan Dedi Mulyadi

"Sebetulnya dia bicaranya runut, hanya dipotong-potong saja, bicara belum utuh sudah dipotong," imbuhnya.

Menurut Retno, dengan pembicaraan anak yang terus dipotong Dedi Mulyadi membuat pendapat si anak tak akan bisa ditangkap orang-orang secara keseluruhan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Nusantara TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X