Kamis, 4 Juni 2026

Perjalanan Terakhir Mbok Yem Penjaga Puncak Lawu yang Legendaris, Inilah Fakta yang Diungkap Keluarga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 24 April 2025 | 10:34 WIB
Mbok Yem, Pemilik Warng di Puncak Gunung Lawu Telah Berpulang. (Tangkapan layar instagram.com/pendaki_legal)
Mbok Yem, Pemilik Warng di Puncak Gunung Lawu Telah Berpulang. (Tangkapan layar instagram.com/pendaki_legal)

SketsaNusantara.id - Tak ada lagi sapaan hangat di tengah dinginnya kabut Gunung Lawu. Tak ada lagi suara Mbok Yem menawarkan teh hangat di warung puncak yang legendaris itu.

Kini, sosok yang begitu dicintai para pendaki telah berpulang.

Mbok Yem, atau yang bernama asli Wakiyem, adalah figur yang tak terpisahkan dari puncak Lawu, tepatnya di Hargo Dumilah.

Baca Juga: Mbok Yem Wafat, Inilah Sederet Fakta Menarik Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi Para Pendaki Gunung Lawu

Ia bukan hanya pemilik warung sederhana, tetapi juga penjaga jiwa gunung—tempatnya yang dingin, sunyi, dan kadang menakutkan, menjadi sedikit lebih hangat berkat kehadiran beliau.

Namun kini, perjalanan panjang Mbok Yem di dunia pendakian telah benar-benar usai.

Memasuki usia senja dan menghadapi kondisi kesehatan yang kian menurun, ia memutuskan untuk pensiun. Tepat sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025, beliau turun gunung dan menetap di rumahnya di Dusun Dagung, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Baca Juga: Siapa Mbok Yem? Mengenal Pemilik Warung Legendaris di Puncak Lawu yang Meninggal, 50 Tahun Tinggal di atas Gunung!

“Setelah dirawat, kondisi Mbok Yem sempat menunjukkan perbaikan. Namun, beberapa hari setelah Lebaran, kesehatannya kembali melemah,” tutur Syaiful Bahri, cucunya, di rumah duka pada Rabu malam, 23 April 2025.

Keputusan Mbok Yem untuk tidak kembali ke puncak bukanlah karena terpaksa. Ia sendiri menyadari waktunya untuk beristirahat telah tiba.

"Beliau sudah bilang ingin istirahat, tidak ingin naik gunung lagi. Maunya tinggal di rumah bareng keluarga," kata Syaiful lagi.

Baca Juga: Mbok Yem Meninggal karena Pneumonia, Apa Itu? Mengenal Penyakit yang Menyerang Paru-paru Berikut Gejara dan Penyebabnya

Sebelum mengembuskan napas terakhir pada siang hari itu, sekitar pukul 14.00 WIB, almarhumah sempat tampak membaik. Ia masih bisa berkomunikasi dan makan seperti biasa. Namun, kondisi itu tak bertahan lama. Seiring waktu, kesehatannya kembali menurun drastis.

Kepergian Mbok Yem membawa duka yang dalam, bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga bagi ribuan pendaki yang pernah singgah dan merasakan hangatnya teh serta sambal racikannya di ketinggian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X