Peti kedua, dari seng atau timah, berfungsi sebagai pelindung kedap udara, melambangkan warisan rohani Paus yang abadi.
Peti ketiga, dari kayu ek, melambangkan kehormatan tertinggi, dilengkapi salib emas dan lambang kepausan yang diukir pada permukaannya.
Saat Misa Requiem digelar di Lapangan Santo Petrus, ribuan umat hadir dari berbagai penjuru dunia. Mereka membawa doa, air mata, dan rasa hormat terakhir untuk pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat, sederhana dalam gaya hidup, namun kuat dalam prinsip.
Pemakaman Paus Fransiskus bukan hanya tentang akhir hidup seorang tokoh, tetapi juga tentang awal era baru dalam Gereja Katolik. Proses ini adalah transisi suci yang diatur dengan ketat, penuh simbol, dan sarat refleksi spiritual.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sempat Pimpin Misa Paskah, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Terakhir Sebelum Wafat: Desak Gencatan Senjata dan Hentikan Konflik di Gaza
The Smiling Pope Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Inilah 12 Kandidat Penggantinya yang Akan Dipilih Lewat Konklaf...
Intip 4 Fakta Penting Kepergian Paus Fransiskus, Mulai dari Terserang Penyakit Berbahaya Ini Hingga Warisan Rohani
9 Hal yang Dilakukan Vatikan Usai Paus Fransiskus Meninggal: Konfirmasi Kematian hingga Penghancuran Fisherman’s Ring
Vatikan Rilis Surat Wasiat Paus Fransiskus, Apa Isinya? 3 Pesan Terakhir Pope Francis, Minta Dimakamkan di...