SketsaNusantara.id - Hari Kartini bukan sekadar seremoni mengenang jasa pahlawan emansipasi perempuan. Di era modern, perjuangan itu terus hidup dalam diri perempuan-perempuan tangguh yang memilih jalan karier yang menantang namun berdampak nyata. Salah satunya adalah Nuraini.
Perempuan berusia 38 tahun ini telah mengabdikan diri sebagai Mantri BRI selama 12 tahun.
Ia bukan hanya pegawai bank yang bekerja menyalurkan kredit, tetapi juga penggerak ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM mikro.
Eni, begitu ia akrab disapa, memulai kariernya di BRI sebagai customer service. Namun, ada kegelisahan yang membuatnya berani mengambil keputusan besar.
“Sebelumnya saya sempat kerja sebagai customer service selama 2 tahun, tetapi saya kurang puas dan tertantang. Sebaliknya, saya suka tantangan dan ketemu orang-orang baru,” ungkapnya.
Keputusannya pindah ke posisi Mantri BRI membawanya pada dunia yang penuh dinamika. Tugasnya bukan hanya mendistribusikan kredit mikro, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, menyambangi nasabah hingga pelosok desa. Salah satu wilayah tugasnya adalah Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Sebagai Mantri BRI, Eni aktif mendorong literasi digital. Ia rajin mengedukasi penggunaan QRIS dan mengajak nasabah mengenal produk-produk keuangan digital, termasuk AgenBRILink. Namun, kontribusi terbesarnya adalah pendampingan terhadap klaster UMKM gerabah yang tergabung dalam komunitas Creative Carving.
“Khusus di Desa Banyumulek, Kediri, Lombok Barat, hampir 90% mata pencaharian utama masyarakatnya adalah perajin gerabah. Kami sebagai Mantri BRI membantu permodalan, seperti memfasilitasi pinjaman KUR BRI dan memberikan pendampingan,” jelas Eni.
Gerabah-gerabah yang diproduksi di Banyumulek bahkan dipasarkan hingga ke Bali. Ini menunjukkan bahwa ekonomi desa bisa memiliki jangkauan yang luas jika diberi akses dan pendampingan yang tepat.
Dalam kesehariannya, Eni tak hanya dikenal sebagai petugas bank. Ia dianggap sebagai bagian dari keluarga oleh para nasabah. Hubungan yang terbangun bukan sekadar transaksional, tetapi emosional dan penuh kepercayaan.
Namun, tentu saja tak semua berjalan mulus. Ada tantangan besar yang harus ia hadapi.
Dukanya, menurut Eni, adalah ketika harus menghadapi nasabah yang menunggak atau gagal bayar angsuran. Meski demikian, semangatnya tak pernah surut. Ia percaya apa yang dilakukannya memiliki makna lebih besar daripada sekadar pekerjaan.
Artikel Terkait
Catat Tanggalnya! BRI Bakal Bagikan Rp31,4 Triliun Dividen kepada Pemegang Saham dengan Cum Date 10 April 2025, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini
Dari Sidoarjo ke Amerika, Kisah UMKM Parfum Lokal Tembus Pasar Dunia Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Dari Warung Sederhana Jadi Ikon Kuliner Yogyakarta, Kisah Sukses Warung Bu Sum Pasar Beringharjo dan Peran BRI dalam Mengangkat UMKM
Songket Silungkang Go Global, Strategi UMKM Binaan BRI Tembus Ekspor dan Majukan Ekonomi Lokal Lewat Digitalisasi
Siapkan Dana Rp3 Triliun, BRI Lakukan Buyback untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor dan Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang