Akhirnya keinginannya untuk belajar membaca pun muncul karena merasa malu kepada para pembeli.
Perjalanan Mustakim saat berjualan buku ini pun penuh lika-liku karena ada perbedaan tentang iklim perbukuan dulu dan sekarang.
Ia tetap berjuang untuk bertahan di sana, namun sekitar tahun 1998-2004 sempat berhenti berjualan buku.
Hingga akhirnya setelah tiga tahun berselang, Mustakim memutuskan untuk kembali berjualan buku.
Tetapi dengan cara yang berbeda, yaitu berkeliling serta hanya menunggu pembeli di rumahnya.
Saat ini, Mustakim masih yakin jika buku cetak tetap dibutuhkan meski di tengah-tengah era buku digital.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Melihat Situs Beteng Semboro Jember Jawa Timur, Jadi Saksi Bisu Pertempuran Era Majapahit yang Tak Terlupakan!
Jadi Rekomendasi Healing Andalan, Inilah Objek Wisata Alam Puncak Rembangan Jember Jawa Timur, Punya HTM Mumer!
Ngeri! Bocah 3 Tahun di Jember Dioperasi Karena Usus Dipenuhi Cacing, Para Ahli Kesehatan Beberkan Penyebab dan Cara Pencegahannya
Intip 5 Fakta Unik Kampung Madura Kristen di Jember: Full Toleransi dan Jemaat GKJW Berbahasa Daerah Bukan Jawa
Tanpa Perbaikan! Jalan Poros di Mayang Jember Alami Kerusakan Selama Puluhan Tahun