SketsaNusantara.id - Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta atau MAN ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
Arif Nuryanta diduga menerima suap saat menangani kasus korupsi minyak goreng atau pemberian fasilitas ekspor CPO (Crude Palm Oil).
Arif Nuryanta menjadi tersangka usai ditemukan bukti dirinya menerima suap dari kuasa hukum 3 terdakwa kasus korupsi minyak goreng tersebut.
Ketiga terdakwa itu pun divonis lepas oleh Arif Nuryanta yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sosoknya pun langsung disorot publik, termasuk beberapa kasus yang pernah ditanganinya.
Dari hasil penelusuran, Muhammad Arif Nuryanta juga merupakan anggota majelis hakim dalam kasus Unlawfull Killing (pembunuhan di luar hukum) atas anggota Front Pembela Islam atau yang lebih dikenal dengan nama Kasus KM 50.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryantan memiliki pangkat sebagai Pembina Utama Muda dengan golongan IV/C.
Saat ini ia tercatat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sejak November 2024 lalu.
Sebelum menjabat sebagai Ketua PN Jakarta Selatan, Arif Nuryanta pernah duduk di kursi Wakil Ketua PN Jakarta Pusat.
Hakim kelahiran Bangkinang, Riau ini juga pernah menduduki beberapa jabatan penting lainnya.
Artikel Terkait
Aksi Nyeleneh Kaesang Pangarep Pakai Kalung Uang jadi Sorotan, Disebut Beri 'Kode' Kasus Besar! Netizen: Ganti Ijazah Asli
Kerasan Duduk di Kursi Ketua? Kaesang Akan Maju Lagi Jadi Ketum PSI, Kongres Pertama Bakal Digelar di Solo
Heboh! Bu Guru Salsa Bikin Skandal Baru, Bukan Taubat Malah Sibuk Wara-wiri Wawancara di TV Nasional! Netizen: RIP Moral
Viral! Momen 2 Menteri Prabowo Kompak Sebut Jokowi sebagai 'Bos' Tuai Reaksi Panas, Netizen: Siapa Real RI 1 dan Boneka?
Siapa SA Mantan Artis Drama Kolosal yang Terlibat Kasus Peredaran Uang Palsu? Bintangi Film Hits
Biodata Profil SA Mantan Artis Drama Kolosal yang Kini Jadi Tersangka Kasus Pengedaran Uang Palsu, Profesinya Saat Ini Jadi Sorotan