SketsaNusantara.id - Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya soal 'demo bayaran' hingga dinilai mengidap "civil phobia" yang ramai jadi perbincangan warganet di media sosial.
Dalam acara "Presiden Menjawab - Capaian 150 Hari Prabowo Subianto" yang disiarkan di kanal YouTube TVRI Nasional pada Senin, 7 April 2025, Ketum Partai Gerindra itu menyinggung serentetan aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia, mulai dari aksi "Indonesia Gelap" hingga demo Tolak Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), yang diduga sebagai aksi "bayaran".
Prabowo awalnya menyatakan bahwa demonstrasi adalah hal wajar dalam negara demokrasi seperti Indonesia, asalkan dilakukan secara damai.
Namun, ia juga menyoroti kerusuhan yang kerap terjadi dan mencurigai adanya oknum atau pihak asing yang sengaja mengadu domba masyarakat dengan mengerahkan masa bayaran untuk ikut demo.
"Saya hormati hak untuk berdemo, itu hal yang biasa dan dilindungi Undang-Undang di negara demokrasi, asalkan demonya damai. Kalau bakar ban, kemudian menyulut kerusuhan itu termasuk abusive yang memicu kekerasan," ujar Prabowo.
"Coba perhatikan, apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? Kita harus menilai ini secara objektif, dan kita mesti waspada, jangan-jangan ada pihak asing yang ingin adu domba," tandasnya.
Pernyataan ini merujuk pada gelombang demonstrasi besar-besaran yang menolak pengesahan RUU TNI karena dianggap membuka peluang kembalinya dwifungsi ABRI, memperluas peran militer ke ranah sipil, dan mengekang kebebasan berpendapat.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung soal "Indonesia Gelap" hingga tren "Kabur Aja Dulu" yang treding di platform X dan menganggap seruan ini bukan sebagai kritikan yang membangun.
"Kalo ada yang bilang Indonesia Gelap, ya gimana caranya kita kerja bareng mengatasi ini. Terus ada yang Kabur Aja Dulu, bilang Jokowi salah, Prabowo Gobl*k, nah ini malah gak mengatasi," ucapnya.
Mantan Menteri Pertahanan itu juga meyakini Indonesia bisa survive dan bisa bertahan menghadapi bebagai masalah seperti krisis moneter hingga pandemi COVID-19 yang pernah dihadapi negara ini sebelumnya.
Namun, pernyataan Prabowo justru menuai kritik pedas dari warganet. Banyak yang menilai tuduhan "demo bayaran" sebagai bentuk gaslighting dan ketidakpekaan terhadap aspirasi rakyat.
Pernyataan Prabowo yang menyinggung soal "aksi demo bayaran" ini juga memicu reaksi keras dari netizen, yang menyebut presiden anti-kritik hingga menuduhnya mengidap "civil phobia".
Artikel Terkait
Viral Video Iring-iringan Mobil Presiden Prabowo Subianto Terobos Banjir di Bogor, Netizen Soroti Efisiensi dan Gaya Hidup Mewah
Satryo Brodjonegoro Ungkap Kronologi Sebelum Dicopot dari Jabatan Mendiktisaintek, Sebut Alasannya Direshuffle Gegara Presiden Prabowo Alergi Demo
Kena Sentil Kader PSI, Fedi Nuril Beri Balasan Menohok Usai Disindir Tak Bisa Jadi Dirut PFN Karena Bukan Kader Partai: Bukti Prabowo Cuma Omon-Omon
Susi Pudjiastuti Murka! Desak Prabowo Copot Hasan Nasbi Gara-Gara Pernyataan Kontroversial soal Teror Kepala Babi
Ramai Istilah Geng SOP di Balik Revisi UU TNI, Disebut Jadi Jebakan untuk Presiden Prabowo CS, Siapa?
Belum Dibahas Sudah Ditolak! RUU Polri, Kewenangan Tambahan dan Janji Presiden Prabowo Subianto untuk Polisi yang Diawasi