Kamis, 4 Juni 2026

Netizen Menilai Presiden Prabowo Subianto 'Civil Phobia' Usai Singgung Demo Indonesia Gelap hingga Tolak RUU TNI yang Diduga Bayaran, Apa Artinya?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 8 April 2025 | 17:11 WIB
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto yang dinilai civil phobia usai kritik demo Indonesia Gelap hingga RUU TNI yang diduga bayaran (YouTube TVRI Nasional)
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto yang dinilai civil phobia usai kritik demo Indonesia Gelap hingga RUU TNI yang diduga bayaran (YouTube TVRI Nasional)

SketsaNusantara.id - Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya soal 'demo bayaran' hingga dinilai mengidap "civil phobia" yang ramai jadi perbincangan warganet di media sosial.

Dalam acara "Presiden Menjawab - Capaian 150 Hari Prabowo Subianto" yang disiarkan di kanal YouTube TVRI Nasional pada Senin, 7 April 2025, Ketum Partai Gerindra itu menyinggung serentetan aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia, mulai dari aksi "Indonesia Gelap" hingga demo Tolak Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), yang diduga sebagai aksi "bayaran".

Prabowo awalnya menyatakan bahwa demonstrasi adalah hal wajar dalam negara demokrasi seperti Indonesia, asalkan dilakukan secara damai.

Baca Juga: Viral! Prabowo Sebut Orang Pintar Cuma Modal Gelar tapi Nggak Jadi Apa-Apa, Sindiran Terselubung untuk Anies Baswedan?

Namun, ia juga menyoroti kerusuhan yang kerap terjadi dan mencurigai adanya oknum atau pihak asing yang sengaja mengadu domba masyarakat dengan mengerahkan masa bayaran untuk ikut demo.

"Saya hormati hak untuk berdemo, itu hal yang biasa dan dilindungi Undang-Undang di negara demokrasi, asalkan demonya damai. Kalau bakar ban, kemudian menyulut kerusuhan itu termasuk abusive yang memicu kekerasan," ujar Prabowo.

"Coba perhatikan, apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? Kita harus menilai ini secara objektif, dan kita mesti waspada, jangan-jangan ada pihak asing yang ingin adu domba," tandasnya.

Pernyataan ini merujuk pada gelombang demonstrasi besar-besaran yang menolak pengesahan RUU TNI karena dianggap membuka peluang kembalinya dwifungsi ABRI, memperluas peran militer ke ranah sipil, dan mengekang kebebasan berpendapat.

Baca Juga: Fedi Nuril Malu Lihat Prabowo Kaya Bocah Saat Tanggapi Kritik Soal Kabinet Gemuk Pakai Kata 'Ndasmu', Public Speaking Presiden Dinilai Buruk

Selain itu, Prabowo juga menyinggung soal "Indonesia Gelap" hingga tren "Kabur Aja Dulu" yang treding di platform X dan menganggap seruan ini bukan sebagai kritikan yang membangun.

"Kalo ada yang bilang Indonesia Gelap, ya gimana caranya kita kerja bareng mengatasi ini. Terus ada yang Kabur Aja Dulu, bilang Jokowi salah, Prabowo Gobl*k, nah ini malah gak mengatasi," ucapnya.

Mantan Menteri Pertahanan itu juga meyakini Indonesia bisa survive dan bisa bertahan menghadapi bebagai masalah seperti krisis moneter hingga pandemi COVID-19 yang pernah dihadapi negara ini sebelumnya.

Namun, pernyataan Prabowo justru menuai kritik pedas dari warganet. Banyak yang menilai tuduhan "demo bayaran" sebagai bentuk gaslighting dan ketidakpekaan terhadap aspirasi rakyat.

Pernyataan Prabowo yang menyinggung soal "aksi demo bayaran" ini juga memicu reaksi keras dari netizen, yang menyebut presiden anti-kritik hingga menuduhnya mengidap "civil phobia".

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube TVRI Nasional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X