Sabtu, 18 Juli 2026

17 Persen Produksi Beras dari Jawa Timur, Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Terima Keluhan Petani, Ternyata...

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 April 2025 | 20:40 WIB
alah seorang petani Ngawi, Joko, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan aspirasinya. (Humas Provinsi Jawa Timur )
alah seorang petani Ngawi, Joko, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan aspirasinya. (Humas Provinsi Jawa Timur )

Dia berharap, pendistribusian pupuk dapat langsung dilakukan oleh ketua kelompok tani. 

Baca Juga: Hadiri Sertijab di Jember, Gubernur Jatim Khofifah Tekankan Program MBG Berjalan Maksimal: Ini Upaya Pengentasan Kemiskinan

Dengan itu, dia meyakini hal tersebut mampu menjadi salah satu cara mencegah mafia pupuk. Sebab, dari distributor langsung didistribusikan ke setiap petani.

Lantas, mengapa Ngawi tetap menjadi penghasil padi terbesar untuk ketahanan pangan Jatim meski pupuk kesulitan? 

"Sebab, kami benar-benar menerapkan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB," terangnya.

Baca Juga: Beri Sambutan Depan Presiden dan Wapres pada Pembukaan Kongres XIII Muslimat NU, Khofifah: Kami TNU, Tentara Nahdlatul Ulama...

"Penggunaan pupuk lebih sedikit, namun hasil panen lebih melimpah," ujarnya. 

Menurut Joko, PRLB merupakan program pertanian yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sebagai pupuk maupun pestisida. 

Dengan demikian, dapat mengembalikan kandungan unsur hara pada tanah dan dapat menghasilkan produk tanaman pangan yang lebih sehat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

 

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X