SketsaNusantara.id – Kemudahan akses perbankan yang diberikan BRI dirasakan Sholeh (67), warga Dusun Pagak, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang. Sejak 1979, petani sekaligus pedagang komoditas pangan ini sudah bermitra dengan BRI.
Meski jumlah kredit yang diterima tidak banyak, Sholeh mengaku dukungan pendanaan yang diberikan BRI tersebut sangat membantu dalam menjalankan usaha perdagangannya.
“Tidak banyak, rata rata saya hanya meminjam Rp 3 sampai 5 juta,” ungkap Sholeh saat ditemui SketsaNusantara.id di tempat penjemuran padi miliknya, Sabtu 29 Maret 2025.
Sholeh mengaku, ia memang sengaja tidak mengambil banyak pinjaman dari BRI. “Yang penting cukup untuk modal awal membeli padi milik petani. Uang tersebut biasanya saya gunakan sebagai uang muka kepada para petani yang padinya saya beli,” ujarnya.
Baca Juga: Kisah Sukses Peternak Ikan Air Tawar Bermitra dengan BRI
Dia menandaskan, pinjaman dari BRI yang ia terima setiap musim panen tiba sangat berarti bagi dirinya. Hal itu dipergunakan untuk perputaran keuangan selama berdagang di musim panen padi atau jagung.
Gabah yang ia beli dari petani lantas diproses sendiri bersama sejumlah karyawan yang membantunya hingga menjadi beras. Setelah membeli gabah milik petani di sawah, barang tersebut kemudian diangkut ke tempat pengeringan gabah milik Sholeh di Dusun, Pagak, Sembung, Perak.
“Kemudian dikeringkan. Setelah itu dilakukan penggilingan untuk dijadikan beras,” kata Sholeh.
Selain beras, keuntungan yang didapat dari proses penggilingan padi adalah katul untuk pakan ternak. Sholeh mengaku, setelah proses penggilingan selesai, banyak pedagang yang datang ke tempatnya untuk membeli beras miliknya.
Baca Juga: Rasakan Kemudahan Pendanaan BRI, Omset Pedagang Kuliner di Jombang Ini Terus Alami Peningkatan
Mengenai pengalaman pendanaan yang selema ini ia terima, kemudahannya tidak seperti yang di berikan BRI. “Tempatnya dekat dan tidak terikat. Misal kalau kita menjual barang itu bebas. Tidak ditentukan harus menjual barang ke tempat tertentu,” katanya.
Selain bermitra dengan BRI, terkait dukungan anggaran untuk menjalankan roda perdagangannya, ia pernah bermitra dengan pihak lain. Namun, Sholeh mengatakan, saat menjual beras, ia harus menjualnya ke pihak yang sudah meminjami modal tersebut. Tentu, diakui Sholeh, cara seperti ini sedikit memberatkan bagi dirinya.
“Tidak bisa menjual beras di tempat yang harga belinya mahal. Sebab saya sudah terikat dengan pihak pemberi modal. Menjualnya harus ke pihak tersebut, meski harga belinya murah,” ceritanya.
Merasa kurang leluasa dalam mencari untung, Sholeh lantas memilih Bank BRI sebagai mitra usahanya. Hal itu dilakoninya hingga sekarang.
Artikel Terkait
BRI Bawa UMKM Indonesia ke Amerika, Potensi Ekspor Capai Rp28 M di Natural Product Expo West
BRI Tetap Buka Selama Libur Idul Fitri 2025, Berikut Jadwal dan Layanan yang Tersedia
Mudik Makin Nyaman! BRI Sediakan Posko Mudik BUMN dengan Cek Kesehatan, Takjil Gratis, dan Area Bermain Anak
Perjalanan Mbak Iim Bangun Toko Perabotan, Dari Jualan Online hingga Sukses dengan Dukungan BRI