Minggu, 19 Juli 2026

AI dan Kontroversi Seni Digital, Sheila Dara Aisha Soroti Orisinalitas dan Hak Cipta Ghibli

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 23:27 WIB
Sheila Dara Aisha kritik trend hasil foto ala Ghibli dari AI (Instagram.com/@sheiladaisha)
Sheila Dara Aisha kritik trend hasil foto ala Ghibli dari AI (Instagram.com/@sheiladaisha)

Cuitan Sheila Dara ini lantas menuai beragam tanggapan dari netizen yang merasakan hal serupa.

Baca Juga: Bayar Ilustrator Lokal untuk Desain Poster Khusus Hari Ibu, Unggahan Anies Baswedan Disorot Karena Terindikasi AI

"you’re not a party pooper kak emang merekanya yg terlalu glorifikasi keanehan ini mana kayaknya itu style kaga ada consentnya untuk digunakan ai seopen itu deh. mana tuh stem bro’s ga peduli soal soshum even seni, dan yg mereka pikirin biner [1 , 0] doang sama kapitalisme," komentar netizen.

"ik i can trust u kak!!! even miyazaki himself said that AI is an insult to life itself," tulis netizen.

"Gak ada konsen sama sekali ofc. Kalau pakai prompt dengan keyword straightforward spt "ghibli" atau "hayao miyazaki" kena copyright strike. Mrk berhasil nyipet artstyle-nya dengan cara ngakalin sistem. Emang kelakuan ai bros gak kelas susah banget dikasih paham," timpal netizen yang lain.

Baca Juga: Kocak! Surya Insomnia Bagikan Percakapan Absurd Bareng Meta AI 'Magang', Ujung-Ujungnya Bikin Ngakak Netizen: Ternyata AI Bisa Ngelawak Juga

Pendiri Studio Ghibli yang Sangat Anti AI

Hayao Miyazaki selaku pendiri Studio Ghibli sempat mengkritik kehadiran AI yang digunakan sebagai karya seni.

Dalam sebuah tayangan video pada 16 November 2016 silam, Hayao Miyazaki menyampaikan hasil karya dengan minimnya sentuhan tangan manusia justru memiliki nilai minus. 

Bahkan pendiri Studio Ghibli ini merasa jijik dengan adanya hasil karya yang dibuat dengan AI.

Baca Juga: Viral! Tak Hanya Kiky Saputri, 3 Seleb Ini Ikut Tren Meta AI WhatsApp, Jawaban Kecerdasan Buatan Bikin Ngakak!

“Siapapun yang membuat ini tidak paham tentang rasa sakit. Saya pribadi merasa jijik. Kalau Anda ingin membuat karya yang menyeramkan, silakan. Tapi saya berharap saya tidak pernah memakai teknologi ini dalam pekerjaan saya. Saya menilai ini seperti penghinaan untuk kehidupan manusia itu sendiri," ungkapnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X