SketsaNusantara.id - Di tengah perjuangan rakyat menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), sederet pejabat negara berkumpul merayakan ulang tahun putra Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo.
Momen berkumpulnya sederet tokoh publik dalam perayaan ulang tahun Didit Hediprasetyo ini dibagikan oleh Puan Maharani.
Seperti dilansir dari akun x @puanmaharani_ri, terlihat Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto hadir di hari spesial sang putra.
Beberapa pejabat pemerintahan yang hadir diantaranya yaitu Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Puan Maharani, Guruh Soekarnoputra, Pinka Hapsari, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan, serta Siti Rubi Aliya Rajasa. Selain itu hadir pula Yenny Wahid dan Ilham Habibie.
Selain itu, ada pula beberapa jajaran di Kabinet Merah Putih yang tampak turut hadir dalam momen tersebut, yaitu Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wamendikti Stella Christie serta Gusti Bhre Mangkunegara X.
"Happy birthday, dearest Didit … All the best…," tulis Puan Maharani.
Puan Maharani juga membagikan fotonya bersama putra Prabowo Subianto dan putrinya.
Dalam unggahannya, terlihat Didit Hediprasetyo yang diapit oleh Puan Maharani dan Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani sedang berfoto di depan cermin atau mirror selfie.
Tak menggunakan baju pesta atau baju formal seperti penampilan mereka biasanya, para tamu Didit Hediprasetyo ini kompak mengenakan baju bernuansa raya.
Seperti halnya baju yang digunakan Titiek dan Puan, yaitu baju muslim kurung dengan motif.
Lalu Annisa Pohan mengenakan kaftan. Sementara AHY terlihat berbaju koko.
Artikel Terkait
Drama Pengesahan RUU TNI: Dari Massa Protes, Buzzer Gelagapan, hingga Dugaan Dukungan yang Tak Paham Konteks
Revisi UU TNI: Antara Profesionalisme dan Kekhawatiran Kembalinya Dwifungsi ABRI
Ikut Demo Tolak RUU TNI, Ferry Irwandi Traktir Demonstran Siomay 2 Gerobak: Kalian Nggak Sendiri
Belum Sehari Disahkan Sudah Makan Korban, Pekerja Remote Asal Indonesia Dipecat Perusahaan Asing Karena UU TNI, Kenapa?
Ramai Penolakan RUU TNI, Wahyu Al Fajri: Opini Publik Terlalu Dibesar-besarkan
Draf RUU TNI Tak Kunjung Diunggah, Fedi Nuril Sentil Ketua DPR Puan Maharani: Pernyataan yang Tidak Profesional!