SketsaNusantara.id - Maria Catarina Sumarsih, aktivis hak asasi manusia, ibunda Benardinus Realino Norma Irawan (Wawan) mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I sampaikan dukungannya untuk Fancisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.
Seperti diketahui baru-baru ini, redaksi Tempo mendapat teror paket misterius yang tak diketahui siapa pengirimnya dan apa motifnya.
Pertama yaitu pada Rabu, 19 Maret 2025, sebuah paket misterius berisi kepala babi tanpa telinga yang ditujukan untuk Fancisca Christy Rosana.
Baca Juga: Kantor Tempo Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Begini Respon Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Kemudian pada 22 Maret 2025 kemarin, paket misterius kedua diantarkan ke kantor Tempo, yang berisi bangkai enam ekor tikus yang dipenggal tanpa sepucuk surat apapun.
Serentetan teror paket misterius yang datang di kantor berita Tempo ini lantas menjadi atensi besar bagi masyarakat.
Terlebih paket misterius pertama berisi kepala babi itu tiba sehari sebelum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) pada 20 Maret 2025.
Bahkan Sumarsih sampai mendatangi kantor Tempo dan bertemu langsung dengan Fancisca Christy Rosana atau yang akrab disapa Cica itu.
Melalui cuitan di akun X-nya, Sumarsih menyatakan semangat dukungannya atas peristiwa yang menimpa Tempo.
Menurut Sumarsih, kiriman paket tersebut adalah bentuk teror atas upaya Tempo dalam memberitakan kebenaran.
Baca Juga: Tempo Diteror Kepala Babi, Bentuk Ancaman Kebebasan Pers di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI?
"Aku datang sebab aku percaya jurnalis adlh pembawa suara kebenaran. Kiriman kepala babi tanpa telinga kpd Tempo adlh teror suara kebenaran,"
"Menggunakan "HakJawab" lebih intelektual daripada mengemas kepala babi. @dipanggilwawan krbn Semanggi I-13November 1998," imbuhnya, dikutip dari akun X @sumarsih11.
Artikel Terkait
Usai Sahkan RUU TNI, Komisi III DPR RI Siap Bahas RUU Polri dan Kejaksaan, Baskara Putra: Bang Udah Bang!
Drama Pengesahan RUU TNI: Dari Massa Protes, Buzzer Gelagapan, hingga Dugaan Dukungan yang Tak Paham Konteks
Ikut Demo Tolak RUU TNI, Ferry Irwandi Traktir Demonstran Siomay 2 Gerobak: Kalian Nggak Sendiri
Ramai Penolakan RUU TNI, Wahyu Al Fajri: Opini Publik Terlalu Dibesar-besarkan
Draf RUU TNI Tak Kunjung Diunggah, Fedi Nuril Sentil Ketua DPR Puan Maharani: Pernyataan yang Tidak Profesional!