Kamis, 4 Juni 2026

Aktivis HAM Sumarsih Datangi Jurnalis Tempo yang Mendapat Teror Kepala Babi, Singgung Soal Teror Suara Kebenaran

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Minggu, 23 Maret 2025 | 20:13 WIB
Sumarsih bersama Chicha (x @chichafrancisca)
Sumarsih bersama Chicha (x @chichafrancisca)

SketsaNusantara.id - Maria Catarina Sumarsih, aktivis hak asasi manusia, ibunda Benardinus Realino Norma Irawan (Wawan) mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I sampaikan dukungannya untuk Fancisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.

Seperti diketahui baru-baru ini, redaksi Tempo mendapat teror paket misterius yang tak diketahui siapa pengirimnya dan apa motifnya.

Pertama yaitu pada Rabu, 19 Maret 2025, sebuah paket misterius berisi kepala babi tanpa telinga yang ditujukan untuk Fancisca Christy Rosana.

Baca Juga: Kantor Tempo Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Begini Respon Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Kemudian pada 22 Maret 2025 kemarin, paket misterius kedua diantarkan ke kantor Tempo, yang berisi bangkai enam ekor tikus yang dipenggal tanpa sepucuk surat apapun.

Serentetan teror paket misterius yang datang di kantor berita Tempo ini lantas menjadi atensi besar bagi masyarakat.

Terlebih paket misterius pertama berisi kepala babi itu tiba sehari sebelum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) pada 20 Maret 2025.

Baca Juga: TEMPO TIDAK GENTAR! Usai Diteror Kepala Babi Kini Bangkai Tikus, Bentuk Ancaman Mengerikan yang Mengintai Kebebasan Pers di Indonesia

Bahkan Sumarsih sampai mendatangi kantor Tempo dan bertemu langsung dengan Fancisca Christy Rosana atau yang akrab disapa Cica itu.

Melalui cuitan di akun X-nya, Sumarsih menyatakan semangat dukungannya atas peristiwa yang menimpa Tempo.

Menurut Sumarsih, kiriman paket tersebut adalah bentuk teror atas upaya Tempo dalam memberitakan kebenaran.

Baca Juga: Tempo Diteror Kepala Babi, Bentuk Ancaman Kebebasan Pers di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI?

"Aku datang sebab aku percaya jurnalis adlh pembawa suara kebenaran. Kiriman kepala babi tanpa telinga kpd Tempo adlh teror suara kebenaran,"

"Menggunakan "HakJawab" lebih intelektual daripada mengemas kepala babi. @dipanggilwawan krbn Semanggi I-13November 1998," imbuhnya, dikutip dari akun X @sumarsih11.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @sumarsih11, X @chichafrancisca

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X