Kamis, 4 Juni 2026

Perkataan Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi Menuai Kecaman Keras! Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Dinilai Tak Peka terhadap Keselamatan Jurnalis

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 12:44 WIB
Potret Hasan Nasbi, kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan yang menuai kecaman karena tanggapannya soal kepala babi yang dikirim pada jurnalis sebagai guyonan (Instagram/hasan_nasbi)
Potret Hasan Nasbi, kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan yang menuai kecaman karena tanggapannya soal kepala babi yang dikirim pada jurnalis sebagai guyonan (Instagram/hasan_nasbi)

Menurut mereka tidak etis seorang kepala komunikasi presiden menganggap teror kepala babi ini sebagai guyonan.

Baca Juga: Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Angkat Bicara Soal Gus Miftah, Hasan Nasbi: Presiden Langsung Beri Teguran

"Hebat ya, komunikasinya kepala kantor komunikasi presiden, dia sangka (teror kepala babi) itu lucu tuh," komentar Bivitri Susanti melalui postingan story di akun Instagram @bivitrisusanti.

"Respon istana soal kepala Babi yang dikirim ke Tempo, Bukannya ngomongin hal yang penting tapi (Hasan Nasbi) tapi yang penting ngomong," komentar akun Instagram @bangsamahardika yang merupakan Platform Media Advokasi Gerakan Rakyat.

"Bro berpikir mungkin ini waktunya melawak, tapi dia lupa kalau teror ini berurusan nyawa yang terancam bukanlah sebuah bahan bercandaan, shame on you @hasan_nasbi," imbuhnya.

"Kata-kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia (silahkan dinilai sendiri)," tulis Dhandhy Laksono dalam akun X @dhandy_laksono yang memposting ulang video wawancara Hasan Nasbi.

Baca Juga: HPN 9 Februari 2025, CEO Promedia Ajak Insan Media Bersatu Lawan Pembungkaman Digital dan Menjaga Kebebasan Pers

Sementara itu, Hasan Nasbi menyebut urusan ini tak ada kaitannya dengan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah selalu menjamin kebebasan pers dan kebebasan berpendapat.

"Kami tidak mau dikaitkan dengan itu. Pemerintah menjamin kebebasan pers dan kebebasan berpendapat, yang dikirimin saja masih bisa bercanda kok di medsos," pungkasnya.

Dengan adanya pengiriman kepala babi kepada salah satu jurnalis menjadi tantangan bagi media untuk menyampaikan kritik.

Kejadian ini sekaligus mengingatkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih menghadapi ancaman serius yang makin menguatkan dugaan publik akan kembalinya masa Orde Baru di era modern sekarang ini.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: X @ARSIPAJA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X