SketsaNusantara.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) malah jadi bulan-bulanan netizen usai mengunggah video klarifikasi soal penemuan ladang ganja.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini media sosial dihebohkan dengan penemuan ladang ganja di kawasan konservasi yang dikelola SPTN Wilayah 3 Senduro, Taman Nasional Wilayah 2, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dalam video viral yang beredar di media sosial memperlihatkan pemandangan mengejutkan di kawasan Bromo yang ditumbuhi ganja dan digadang-gadang telah merusak ekosistem di sekitar Gunung Semeru.
Banyak warganet yang mengaku terkejut dan tak menyangka bahwa di balik keindahan Bromo terdapat 59 titik penanaman ganja dengan total luasan mencapai 1 hektare.
Penemuan ini pun dikaitkan netizen dengan adanya larangan dan mahalnya tarif untuk izin penerbangan drone di kawasan TNBTS yang dipatok sebesar Rp 2 juta per unit tiap harinya.
Tak sedikit juga yang beranggapan bahwa mahalnya tarif penerbangan drone bukan semata-mata untuk kepentingan konservasi atau melindungi ekosistem.
Melainkan diduga sebagai upaya pihak-pihak tertentu untuk menghalangi orang lain mengetahui adanya ladang ganja yang tersembunyi sebagai aktivitas ilegal di kawasan tersebut.
Terkait hal ini, Balai Besar TNBTS mengeluarkan pernyataan resmi yang meluruskan berbagai rumor yang beredar di media sosial.
Dalam video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru, Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanti Thahja Nugraha menyebut soal ladang ganja di areal konservasi yang sudah ditemukan sejak September 2024.
Penemuan itu merupakan hasil kerjasama Balai Besar TNBTS sebagai pengembangan kasus psikotropika yang ditangani Polres Lumajang beberapa bulan lalu.
Selain itu, aturan larangan menerbangkan drone sudah sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) yang diberlakukan sejak tahun 2019 yang bertujuan untuk menjaga keselamatan pengunjung karena dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas pendakian.
Artikel Terkait
Satir, Bintang Emon Sindir Polisi yang Anti Kritik Usai Lagu Bayar Bayar Bayar Dibredel, Band Sukatani Harusnya Jadi Sahabat Kapolri
Divpropam Polri Tegaskan Soal Sikap Instansi Kepolisian yang Anti Kritik Paska Ditariknya Lagu Sukatani, Akui Telah Periksa 4 Anggota Polda Jateng!
Cuma Seru-seruan! Klarifikasi Kades Gunung Menyan Tuai Kritik Usai Viral Gegara Tertawa Geli saat Terima Nasi Kotak Pasca Pelantikan Bupati Bogor
Ahmad Dhani Disebut Misoginis! Aktivis Perempuan Kritik soal Usulan Naturalisasi Melalui 'Kawin Silang' yang Dianggap Tidak Memanusiakan Manusia
Kasus Kecurangan MinyaKita, Susi Pudjiastuti Kritik Kementerian Perdagangan, Usulkan Pembubaran dan Pembentukan Kementerian Ekspor
Lika-Liku Perjalanan Karir Mat Solar 'Bajaj Bajuri': Dulu Kritik Pemerintah Orba Lewat Teater, Gagal Nyaleg hingga Tanah Digusur untuk Jalan Tol