Beberapa mahasiswa UNEJ Kampus Bondowoso berasal dari berbagai daerah, termasuk Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada prodi Gizi. Mereka mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat melalui program beasiswa, yang memungkinkan mereka untuk menempuh pendidikan tinggi di Bondowoso.
“Mahasiswa-mahasiswa ini memiliki tekad untuk kembali ke daerah asal mereka setelah lulus dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” papar Adhitya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNEJ Kampus Bondowoso menghadapi tantangan dalam meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Masih banyak siswa SMA yang belum menyadari pentingnya pendidikan tinggi sebagai investasi masa depan.
“Oleh karena itu, kampus ini secara aktif mengadakan sosialisasi dan kerja sama dengan sekolah-sekolah setempat guna memberikan pemahaman akan manfaat pendidikan lanjut,” pungkas Adhitya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Peristiwa Mahasiswa Unej Diduga Bundir, Wakil Rektor III Pastikan Korban Lompat dari Lantai 8
Wakil Rektor III Unej Jelaskan Kasus Mahasiswa Lompat dari Lantai 8, Fendi: Kami Temukan Perlengkapan Pribadi Korban
Hasil Autopsi Jenazah Mahasiswa FISIP Unej yang Lompat dari Lantai 8, Warek Kampus: Kondisinya Patah Tulang di Beberapa Bagian
4 Fakta Terbaru Kasus Mahasiswa Unej Diduga Bundir dari Lantai 8: Hasil Forensik hingga Ditemukan Barang Pribadi Ini
Ramai Mahasiswa Unej Bundir Dikenal Introvert, Ini 5 Tips Bisa Bersosialisasi dengan Baik dan Mudah Bergaul