“Calon mahasiswa baru jangan khawatir sebab sesuai dengan kebijakan Kemendiktisaintek, maka UKT UNEJ tidak naik, masih sama dengan UKT tahun lalu. Kesempatan mendapatkan beasiswa selalu terbuka asal memiliki modal prestasi di bidang akademik dan atau non akademik serta aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan,” tutur Slamin.
Faktor penarik lainnya adalah situasi dan kondisi Jember. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Jember menjadi kota dengan biaya hidup terendah nomor sembilan se-Indonesia.
Fakta ini membuat mahasiswa yang mungkin anggarannya terbatas masih bisa hidup relatif nyaman. Belum lagi kondisi sosial ekonomi Jember yang aman beserta masyarakat Pandalungan yang heterogen yang ramah pendatang, tentu amat mendukung atmosfer akademik.
“Jangan lupa, Harian Kompas menempatkan wilayah Tapal Kuda dimana Jember berada sebagai wilayah slow living nomor lima se-Indonesia. Artinya lingkungan di Jember cocok banget buat belajar,” pungkas Slamin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Hadiri Sertijab di Jember, Gubernur Jatim Khofifah Tekankan Program MBG Berjalan Maksimal: Ini Upaya Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jatim Siapkan 40 Sekolah Rakyat, Gubernur Khofifah: Khusus Jember Dapat 2 Kuota untuk Tekan Angka Kemiskinan
Pemprov Jatim Minta Program MBG Berjalan, Bupati Jember Gus Fawait: Pemkab Siapkan Anggaran Pendukungnya
Siap Bagi-bagi THR? Ini Jadwal, Lokasi, dan Tata Cara Penukaran Uang Baru Daerah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Jangan Sampai Terlewat!
Bupati Jember Gus Fawait Turunkan Retribusi Pasar, Pengamat Kebijakan Publik Unej Hermanto: Tidak Menyalahi Aturan
Pemprov Jatim Instruksikan Program MBG Berjalan di Jember, Ketua DPRD Halim: Ada Potensi Tambahan Alokasi Anggaran