SketsaNusantara.id - Tingginya angka perceraian di Indonesia membuat Menteri Agama Nasaruddin Umar turun tangan.
Menurutnya saat ini masyarakat Indonesia gampang sekali kawin dan gampang bubaran.
Oleh karena itu untuk menekan angka perceraian di Indonesia Kemenag berencana membuat program kursus untuk para clon pengantin.
Baca Juga: Universitas Indonesia Putuskan Bahlil Lahadalia Perbaiki Disertasi, Ini Tanggapan Menteri BKPM
Adapun waktu kursus calon pengantin tersebut selama satu semester penuh.
"Bayangkan 2,2 juta orang menikah setiap tahun, dari jumlah itu 35% di antaranya cerai, 80% perceraian terjadi pada usia pernikahan di bawah 5 tahun," ucap Nasarududin dalam konferensi pers dikutip SketsaNusantara.id dari @pembasmi.kehaluan.reall.
Nasaruddin Umar juga menambahkan tentang dampak dari adanya perceraian di keluarga muda maupun tua.
Menurutnya pihak yang sangat dirugikan dari perceraian adalah perempuan dan anak-anak.
Baca Juga: BEM UNIPDU Jombang Gelar Bakti Sosial 'Ramadhan Care' di LKSA Istiqomah
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa program kursus pernikahan ini terinspirasi dari sistem pendidikan pranikah di agama Katholik yang ada di berbagai negara.
Nasaaruddin Umar juga menyoroti fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.
Yang mana banyak orang yang mudah sekali memutuskan untuk menikah juga mudah untuk berceraian.
"Segala sesuatu yang gampang dilakukan itu biasanya gampang bubaran," lanjutnya.
Rencana kursus untuk para calon pengantin ini disambut baik oleh publik.
Artikel Terkait
Buku 'Gibran The Next President' Tersedia Versi Digital, Watermark 'Activate Windows' Jadi Sorotan: Bukan Cuma Windows, Undang-Undang Juga Dibajak!
Video Dedi Mulyadi Nangis saat Lihat Alih Fungsi Alam di Puncak Panen Cibiran, Netizen: Mulyono 2.0
Mengaku Disuruh Ibu dan Takut Kualat, Firdaus Oiwobo Kini Resmi Mundur Sebagai Kuasa Hukum Razman Nasution
WALHI Angkat Bicara Soal Pesisir Jember yang Terancam! Tambak Udang Ilegal Sebabkan Pencemaran, Abrasi, dan Krisis Ekologi
Akibat Hilang Konsentrasi, Mobil Terbang hingga Terjun ke Sungai di Jakarta Barat, Petugas Beri Nasehat Agar Waspada