Meski memiliki enam kaki, hanya empat yang berfungsi normal. Dua kaki tambahan yang berada di bagian tengah tubuh memiliki panjang yang tidak sama, sehingga tidak dapat digunakan untuk berjalan.
“Kaki yang aktif hanya empat. Yang dua di tengah tidak bisa berfungsi, satu panjang dan satunya lebih pendek,” jelas Sukirman.
Sebelum meninggal, anak sapi itu sempat berusaha berdiri, tetapi tidak kuat dan sering terjatuh.
4. Meninggal di Usia Dua Hari, Dimakamkan oleh Pemiliknya
Sukirman sudah berusaha agar anak sapi berkaki enam ini bisa bertahan hidup, termasuk membelikannya susu khusus hingga ke Kencong. Namun, pada Selasa dini hari pukul 00.01 WIB, anak sapi tersebut menghembuskan napas terakhir.
“Saya sampai belikan susu khusus sapi di Kencong, tapi takdir berkata lain,” ujar Sukirman.
Jenazah anak sapi tersebut kemudian dimakamkan oleh Sukirman sendiri pada pukul 07.00 WIB.
“Saya kuburkan pagi harinya dengan tangan saya sendiri. Karena anak sapi itu adalah milik saya,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bupati Jember Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Pengaruhi Program Kerakyatan, Gus Fawait: yang Dipangkas...
Ketersediaan LPG 3 Kg di Jember Dipastikan Aman Selama Ramadhan, Hiswana Migas: Tidak Ada Kenaikan Harga
Cuaca Buruk di Ramadan 2025, Harga Wortel di Pasar Tradisional Jember Melonjak Naik
Perayaan Ulang Tahun Dewa Bumi di TITD Pai Lien San Jember Berlangsung Khidmat dan Diikuti Ribuan Umat
Nahas! Sedang Bersantai di Teras, Nenek di Jember Tertembak Peluru Nyasar