Menurut Gus Wabup, kenaikan harga cabai disebabkan oleh kelangkaan panen yang terjadi hampir setiap tahun.
Baca Juga: Merawat Ingatan, Menanam Semangat: Ketika Sejarah Dihidupkan di Layar dan Panggung Unipdu Jombang
"Penyebabnya mungkin kelangkaan panen. Memang penyakit tahunan, dan tahun depan harus kita selesaikan gimana caranya petani tepat panen ketika Ramadan," jelasnya.
Meski beberapa harga mengalami kenaikan, pemerintah memastikan stok bahan pokok tetap aman.
"Minyak aman, beras aman, cabai insyaallah juga aman. Kalau kenaikan cabai ini kan penyakit tahunan. Untuk beras, kita masih punya stok lebih dari 120 ton," tegasnya.
Untuk menekan kenaikan harga beras, pemerintah akan menggelar operasi pasar bersama Perpadi.
"Setiap minggu kita akan adakan operasi pasar dua kali, di tiap titik kita sediakan 15 ton beras. Stok beras kita aman sampai Lebaran, ada 120 ton," terang Gus Wabup.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja.
"Untuk masyarakat Jombang, tenang saja. Ketersediaan beras sangat cukup aman. Untuk cabai, ini memang sudah jadi siklus tahunan, kalau panennya sedikit ya pasti naik. Nggak usah panik, malah lebih sehat kalau konsumsi cabai dikurangi," tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Polres dan Kodim 0814 Jombang Bersinergi Perbaiki Jalan Berlubang demi Keselamatan Pengendara
Polres Jombang Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis Siswi SMA, Tiga Pelaku Berhasil Ditangkap
Ketua PCNU Jombang Tegaskan Wajib Hukumnya Warga NU Jaga NKRI
Dari Lailatul ljtima', Kyai di Jombang Ini Ajak Rawat Nilai Kemanusiaan dengan Terus Mencari Ilmu
Perbaiki Manajemen Pendidikan, Ponpes Seblak Jombang Gelar FGD Datangkan Fasilitator dari BRIN Jakarta