Padahal sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat meminta agar proyek tersebut segera dirampungkan.
“Saya sudah minta kepada mereka dipercepat, awalnya bulan September (2025) tapi saya minta dimajukan dengan cara apapun agar bisa menuju ketahanan energi,” tulis Bahlil saat meninjau proyek tersebut pada Desember 2024 lalu yang diunggah dalam akun Instagramnya @bahlilahadalia.
Keterlambatan yang disebabkan persetujuan karena revisi dari PT KPI ini juga bisa memicu gugatan dari pihak kontraktor.
“Ini kalau digugat ke badan arbitrase atau pengadilan maka itu akan ditentukan apakah proyek itu diputs kontrak atau diteruskan dengan pembayaran progres report,” imbuhnya.
Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT KPI terkait perkembangan proyek RDMP Balikpapan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sering Disebut dalam Kasus Korupsi Pertamina, Apa Itu RON? Mengenal Arti Nilai Oktan hingga Jenis-Jenisnya di Indonesia
Bintang Emon Bela Pertamina? Sebut Tidak Ada BBM Oplosan hingga Minta Publik Tak Jadi SDM Rendah, Netizen: Hati-Hati Videonya Dimanfaatin Buzzer
Mulai Tidak Dipercaya Publik? Fitra Eri Sarankan Pertamina Harus Lakukan Penyelidikan Mendalam, Tidak hanya Kepada yang Terjerat Kasus
Fix! PT Sritex Tutup Total per Maret 2025: Ribuan Karyawan Jadi Korban Kampanye Gibran dan Janji Manis Pemerintah
Humor Ramadhan! Mahfud MD Dapat Kiriman Doa Masuk Pom Bensin: Agar saat Beli Pertamax Tidak Diganti Pertalite
Tegas! Raymond Chin Tantang CEO Danantara Soal Transparansi: Bisakah Janji Tanpa Korupsi Dipertanggungjawabkan dan Bukan Hanya Sekadar Omon-Omon?
31 Analis Kompak Rekomendasikan Beli Saham BRI, Timing Pas Memanfaatkan Diskon Harga Saham BBRI