Cadangan sebesar itu menjadi salah satu solusi saat terjadi peningkatan jumlah pinjaman yang bermasalah.
Dengan cadangan tersebut, perusahaan masih memiliki cukup dana untuk mengatisipasi kerugian termasuk melalui penghapusan (write-off) kredit macet.
Baca Juga: Keamanan Dana Nasabah Terjamin, BRI Tunjukkan Fundamental Bisnis yang Kokoh
“BRI memandang bahwa ke depan masih ada ketidakpastian, maka kita sudah cadangkan, artinya apa? Menyediakan ketenangan, menyediakan cadangan bantalan. Kalau terjadi apa-apa, kita aman karena cadangannya kita sediakan,” ungkapnya.
Strategi manajemen risiko yang diterapkan juga diimbangi dengan komitmen BRI dalam memberikan keuntungan yang optimal bagi pemegang saham.
Hal ini ditunjukkan dalam pembagian dividen interim tahun 2024 senilai Rp20,34 triliun.
Rp10,88 triliun dari jumlah tersebut disetorkan ke negara sebagai pemegang saham mayoritas.
Dengan demikian lewat strategi yang terukur dan pengelolaan risiko yang baik, BRI fokus pada kinerja berkelanjutan serta serta memberikan dampak positif yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
5 Komitmen BRI Mewujudkan Ekonomi Inklusif di Indonesia, Transformasi Ekonomi dari Desa ke Kota
BRI Salurkan KUR Rp184,98 Triliun, Dorong 4 Juta UMKM Majukan Ekonomi Kerakyatan
BRI Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui 1 Juta AgenBRILink, Wujud Dukungannya pada Asta Cita Pemerintah
UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Digitalisasi di Microfinance Outlook 2025
Holding Ultra Mikro BRI Berhasil Naikkan Kelas 1,84 Juta Nasabah, Bukti Nyata Sinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Strategi Fleksibel dan Terukur BRI: Kunci Pertumbuhan di Tengah Gejolak Ekonomi Global