"Danantara adalah daya dan energi bagi masa depan Nusantara. Dengan dana ini, kita akan mempercepat pembangunan industri yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap asing," kata Prabowo.
Pada hari yang sama, Prabowo juga meresmikan layanan bank emas pertama di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi ekonomi nasional, dengan proyeksi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 245 triliun serta pembukaan 1,8 juta lapangan kerja baru.
"Kita ingin mengoptimalkan pengolahan emas dari hulu ke hilir di dalam negeri. Dengan adanya bank emas, kita bisa menghemat devisa negara sekaligus memperkuat stabilitas moneter melalui likuiditas emas," ungkapnya.
Prabowo juga menyoroti peningkatan produksi emas nasional dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun. Oleh karena itu, menurutnya, sudah saatnya Indonesia memiliki ekosistem keuangan yang mendukung pengelolaan emas secara lebih efektif.
"Indonesia memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia. Dengan hadirnya bank emas, kita kini memiliki instrumen baru untuk memperkuat ekonomi dan keuangan negara," tegasnya.
Langkah-langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan Indonesia lebih mandiri secara ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing, dan memperkuat daya saing global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
SAH! Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara, Sambut Era Baru Badan Usaha Milik Negara
Resmi Luncurkan Danantara, Prabowo Subianto Tegaskan Bisa Diaudit Siapapun dan Kapanpun, Netizen: Banyak Omon-Omon!
Siapa Pandu Sjahrir? Keponakan Luhut Binsar Pandjaitan yang Kecipratan Jabatan Penting di Danantara, Dulunya Wakil Bendahara TKN Prabowo-Gibran?
Resmikan Danantara, Prabowo Harapkan Investasi ke Industri yang Menciptakan Lapangan Kerja
Gaya Salaman Prabowo ke Jokowi Jadi Sorotan, Gesture Tak Bisa Bohong, Isyarat Tunduk Sendiko Dawuh, Macan Asia Kok Gitu?