Kades Semboro tak menampik awalnya kegiatan ini bermula dari kepercayaan warga yang sering mengaitkan kecelakaan yang terjadi belakangan ini karena hal mistis.
Menurut warga, di lokasi pemakaman tersebut dulu terdapat pohon beringin dan kamboja yang diyakini oleh masyarakat sebagai tempat yang angker.
Setelah kedua pohon tersebut sudah ditebang beberapa tahun lalu, sering terjadi kecelakaan dan diyakini karena ada ada makhluk ghaib yang marah karena pohon beringin ditebang.
"Ya memang warga di sini sudah turun temurun percaya soal hal mistis di pohon itu, bahkan bulan Januari-Februari ini sudah 6 kali terjadi kecelakaan," kata Antoni, Kades Semboro, pada hari Minggu, 23 Februari 2025 dikutip SketsaNusantara.id dari dari akun Instagram @aslijembermat.
Meski begitu, Kades Semboro juga tak ingin mengaitkan kecelakaan yang terjadi dengan hal mistis. Menurutnya, kecelakaan terjadi tidak hanya faktor mistis, tetapi juga karena faktor kelalaian dari pengendara.
Oleh karena itu, pengajian atau doa bersama dilakukan warga setiap tahunnya sebagai tradisi dan ikhtiar warga agar mahluk halus di sekitar makam memberi tidak mengganggu pengendara.
"Sebenarnya kami paham kecelakaan itu bukan hal mistis tapi juga dari manusianya sendiri yang kurang hati-hati saat berkendara," ucap Antoni.
"Tapi karena ini sudah menjadi tradisi dan agenda tiap tahun bagi warga ya tidak ada salahnya kita berdoa bersama. Bukan masalah percaya atau tidak percaya hal mistis," tuturnya.
"Ini juga bentuk ikhtiar bersama agar warga dan pengendara lainnya dihindarkan dari musibah kecelakaan di wilayah tersebut,” pungkas Antoni.
Kegiatan doa bersama ini mendapat respon positif dari warganet di media sosial.
Selain doa, warganet juga menyarankan agar ada usaha pemerintah setempat untuk memperbaiki kondisi jalan hingga penerangan sehingga kecelakaan bisa dihindari terutama ketika malam hari.
"Ikhtiar doa bersama memang bagus, tapi juga dilihat jalannya kalo gak ada perbaikan dan banyak jalan berlubang sama saja karena biasanya itu penyebab terjadi kecelakaan di Jember," komentar salah satu netizen.
"Sskalian juga masukan pak, jalan di desa Jember juga banyak yang kurang jelas sehingga diberi penerangan dan rambu-rambu yang jelas pake warna cerah agar pengendara bisa melihat dengan jelas kalau malam hari," imbuh netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bupati Jember Gus Fawait Tak Ingin Injak Pendopo Sepulang Retreat di Magelang, Ini Alasannya...
Geger! Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Andongsari Jember, Polsek Ambulu Gerak Cepat Amankan Pelaku
Heboh, Video Asusila Oknum Guru SD di Jember Beredar di Media Sosial, Kepala Dinas Pendidikan: Sudah Mengundurkan Diri
Solidaritas Jember Melawan! Ratusan Massa Turun Jalan Ramaikan Tagar Indonesia Gelap, Desak DPRD Suarakan 3 Tuntutan Ini ke Pusat
Sepekan Jalani Retreat di Magelang, Bupati Jember Gus Fawait Titipkan Pemerintahan ke Wabup