Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Singapura Bagi-Bagi Voucher Jutaan Rupiah pada Hari Kemerdekaan, Yenny Wahid: di Negaraku Rakyat yang Subsidi...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 20 Februari 2025 | 20:58 WIB
Potret negara Singapura yang berikan voucher CDC untuk rakyat  (Instagram @growthmindset.x)
Potret negara Singapura yang berikan voucher CDC untuk rakyat (Instagram @growthmindset.x)

SketsaNusantara.id - Yenny Wahid, putri tertua Gus Dur singgung dan membandingkan pemerintah Indonesia dan Singapura yang saat ini sedang rayakan ulang tahun ke 60 tahun.

Pemerintah Singapura di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Lawrence Wong mengumumkan beberapa kebijakan dalam rangka SG60 atau perayaan kemerdekaan Singapura.

Dimana salah satu kebijakannya adalah memberikan voucher bagi rakyatnya secara keseluruhan mulai dari usia 21 tahun ke atas.

Baca Juga: Demo Indonesia Gelap Yogyakarta, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Mulai dari Makan Siang Gratis hingga Isu Pengaktifan Kembali Dwi Fungsi ABRI

"Dalam rangka hari kemerdekaan ke 60, Perdana Menteri Singapura bagi-bagi voucher senilai 600-800 dolar (7,2 juta - 9,6 juta) untuk warga 21 tahun keatas. Sementara di negaraku rakyat mensubsidi pemerintah...hmmm...," #indonesia lebih kaya?," tulis Yenny Wahid dilansir SketsaNusantara.id dari laman Instagram @yennywahid.

Singapura yang sedang melakukan perayaan SG60 atau perayaan hari ulang tahun yang ke 60, pemerintah Singapura lewat Perdana Menteri Lawrence Wong keluarkan kebijakan bagi-bagi voucher untuk rakyatnya.

Yakni memberikan voucher senilai 600-800 dolar (Rp 7,2 juta - 9,6 juta) untuk warga 21 tahun keatas berupa voucher CDC atau voucher Community Development Council.

Baca Juga: Warsubi dan Salmanudin Yazid Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Jombang Maju dan Sejahtera

Dimana voucher CDC ini merupakan skema yang berkelanjutan, yang bertujuan untuk membantu rumah tangga Singapura dengan biaya hidup sehari-hari.

Untuk itu voucher ini dapat digunakan masyarakat di pedagang yang berpartisipasi, termasuk pedagang kaki lima, toko-toko lingkungan, dan supermarket.

Sementara itu, dilain pihak pemerintahan Indonesia saat ini baru saja menaikkan pajak hingga 12 persen serta pajak-pajak lainnya yang disebut sebagai bukan hanya sekedar kewajiban.

Baca Juga: Geger! Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Andongsari Jember, Polsek Ambulu Gerak Cepat Amankan Pelaku

Namun disebut sebagai kontribusi nyata terhadap negara untuk masa depan yang lebih baik.

Meski pada kenyataannya kenaikan pajak tersebut kemudian berpengaruh pada sektor-sektor perekonomian masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @yennywahid

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X