lifestyle

Orang Jawa Identik dengan Cita Rasa Manis dalam Setiap Masakannya, Ternyata Begini Alasan Utamanya

Sabtu, 6 Juli 2024 | 20:03 WIB
Salah Satu Makanan Tradisional Khas Jawa yang Rasanya Manis yaitu Gudeg. (Instagram.com/@christabellenanetta)

SketsaNusantara.id- Masyarakat Jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah yang mencapai 41% dari total populasi.

Masyarakat Suku Jawa juga tersebar di berbagai wilayah dan pulau, jadi tidak heran orang Jawa relatif mudah untuk ditemui di mana saja.

Tidak hanya lauk pauk, namun hampir semua masakan di berbagai kota di Pulau Jawa hampir selalu menggunakan gula kelapa di masakannya dan itulah yang memunculkan cita rasa yang manis.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Bubur Suro, Wasilah Nabi Nuh Sebagai Penyatu Perbedaan Perspektif Serta Filosofi dalam Tradisi Islam dan Jawa

Salah satu contoh masakan manis yang cukup populer dan lebih mudah ditemui adalah gudeg, bakpia, cenil, klepon, wingko, geplak, getuk, dan masih banyak lagi.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube DAAI Magazine, kegemaran masyarakat Jawa terhadap makanan manis yang memakai tambahan gula memang sudah mendarah daging sejak zaman dulu.

Hal tersebut dimulai ketika masa adanya sistem tanam paksa di Pabrik Gula Yogyakarta pada tahun 1830.

Pada tahun itu juga Pemerintahan Hindia Belanda mengalami defisit parah karena terkuras habis akibat Perang Jawa yang melawan Pangeran Diponegoro pada tahun 1825 sampai 1830.

Sistem tanam paksa ini digunakan untuk mengatasi keterpurukan karena defisit tersebut dimana setiap desa wajib menyisihkan 20% tanah yang ia miliki kepada pemerintah.

Baca Juga: Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa

Selain itu, tanah tersebut akan ditanami komoditi tanaman yang memiliki rasa manis dan bisa di ekspor seperti teh, kopi, tebu dan juga tembakai yang saat itu ada dibawah ppinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van de Bosh.

Masakan manis terutama yang berada di wilahah Jogja juga tidak bisa dilepaskam daei budaya dan filosofi Jawa.

Bagi masyarakat Jawa keraton, rasa yang manis itu memiliki filosofi dan simbolis kenikmatan.

Selain itu, cita rasa manis juga diwariskan secara turun temurun sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Halaman:

Tags

Terkini