Ia merekomendasikan agar masyarakat mengonsumsi biji pepaya hanya dalam jumlah kecil dan sesekali, bukan sebagai bagian dari menu harian.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan bukti atau evidence balance dalam menilai setiap tren kesehatan yang beredar.
Dalam unggahannya, ia juga memberikan alternatif yang lebih aman berdasarkan data ilmiah. Ia menyebutkan bahwa jika tujuan seseorang adalah mendapatkan efek antimikroba, antibiofilm, wound healing, atau dukungan pemulihan untuk infeksi ringan, maka pilihan yang jauh lebih kuat dukungan penelitiannya adalah madu berstandar medis, khususnya medical-grade Manuka honey.
Ia menyebutkan rujukan ilmiah dengan nomor PMID: 33142845 dan mengingatkan bahwa penggunaan medical-grade Manuka Honey pun tetap harus memperhatikan dosis harian yang aman.
Melalui unggahan ini, pesan utama yang ingin disampaikan adalah perlunya kehati-hatian dalam menyikapi klaim kesehatan yang beredar di media sosial.
Biji pepaya mungkin memiliki potensi, tetapi potensi tersebut tidak serta-merta menjadikannya aman untuk dikonsumsi secara rutin.
Pendekatan yang seimbang, berbasis bukti, dan tidak tergesa-gesa adalah cara terbaik dalam menilai suatu bahan pangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!