SketsaNusantara.id - Berbagi takjil menjadi salah satu tradisi Ramadhan yang kerap digelar di banyak masjid di sejumlah wilayah di Indonesia.
Tak terkecuali di Masjid Raya Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Medan.
Masjid peninggalan Kesultanan Deli ini memiliki tradisi tahunan setiap bulan Ramadhan, yakni membagi-bagikan takjil istimewa secara gratis.
Takjil yang dibagikan di Masjid Raya Medan ini berupa teh, kurma dan yang jadi menu utama yaitu Bubur Sup Melayu.
Kabarnya, makanan ini bukanlah sembarang takjil, karena dulu merupakan menu berbuka puasa dari keluarga Sultan Deli, Tuanku Sultan Makmum Al-Rasyid Perkasa Alam Syah.
Tradisi membagikan Bubur Sup Melayu ini pun mulai dilaksanakan sejak zaman kesultanan Kerajaan Melayu, yakni pada tahun 1909, bersamaan dengan berdiringa Masjid Al Mashun.
Pengurus Masjid Raya Medan, Hamdan menuturkan bahwa setiap Ramadhan, pihaknya akan menyiapkan 1.000 porsi bubur setiap harinya.
Bubur yang mulai dibagikan pada pukul 16.30 WIB ini bisa dinikmati oleh masyarakat di sekitar maupun para jamaah yang berbuka di masjid.
Bubur sup Melayu ini dikenal dengan cita rasa rempah yang kuat dengan bahan dasar beras, daging, wortel dan kentang.
Baca Juga: Apem dan Megengan, Tradisi Islami Jelang Ramadhan
Setiap harinya, dibutuhkan 30 kilogram besar, daging, wortel dan kentang masing-masing 10 kilogram.