Selain itu, yang menjadi pembeda antara Bubur Sop Melayu dengan bubur lainnya yakni penggunaan rempah yang beragam.
Pengurus masjid menyebutkan, setidaknya ada 40 jenis rempah dan daun-daunan yang digunakan saat membuat Bubur Sop Melayu.
Sehingga, selain rasanya yang lezat, bubur ini juga kaya akan khasiat.
Meski pun tradisi ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Deli, namun terdapat beberapa perbedaan.
Pada zaman dulu, bubur dimasak di istana lalu dibawa ke masjid untuk dibagikan.
Kini, bubur tersebut dimasak langsung di masjid dengan menggunakan belanga besar dan kayu bakar.
Tradisi ini sempat terhenti pada masa Covid-19 sesuai imbauan dari pemerintah.
Namun setelah pandemi selesai, tradisi Ramadhan berusia 114 tahun ini kembali digelar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Puasa Ramadhan Tanpa Wajah Kusam! 7 Tips Ampuh agar Kulit Tetap Glowing dan Sehat Hanya dalam Sebulan
Benarkah Madu Tidak Boleh Diminum dengan Sendok Stainless Steel? Ini Penjelasan Dokter Zaidul Akbar agar Makin Sehat Selama Puasa Ramadhan
Viral, Masjid di Sulawesi Selatan Ini Punya Cara Unik untuk Para Jamaah yang Sholat Tarawih Ramadhan 2025, Ada Undian Gratis Barang-Barang Mewah!
Dijamin Anti Haus selama Puasa Ramadhan! Inilah Daftar Minuman Segar yang Cocok Dikonsumsi saat Waktu Sahur
Masjid di Sulawesi Selatan Mengadakan Undian Berhadiah Gratis untuk Para Jamaahnya Saat Tarawih Ramadhan 2025, Apa Hukumnya dalam Islam?
Jangan Makan atau Minum 6 Hidangan ini saat Sahur, Jadikan Ramadhan 2025 Semakin Sehat dan Berfaedah bagi Tubuh