"Varian ini menimbulkan gejala awal demam pada pasien lalu dengan cepat memburuk menjadi pneumonia hingga gagal napas akut," ungkap Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dalam keterangannya pada hari Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam beberapa hari setelah demam, kondisi tubuh bisa memburuk karena penderita virus ini akan mengalami batuk hingga sesak napas, karena ada penumpukan cairan di paru-paru.
Penyakit ini sulit didiagnosis dalam 72 jam pertama dan kondisi akan memburuk secara drastis dalam 4 hingga 10 hari kemudian. Virus ini juga memiliki tingkat kematian cukup tinggi mencapai 40 persen.
Hantavirus berasal dari hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyebar melalui udara bebas dan bisa terhirup manusia saat membersihkan area tertutup yang terkontaminasi urine dan kotoran tikus.
Meski jarang, penularan melalui gigitan tikus juga bisa terjadi. Namun, sebagian besar kasus berasal dari paparan lingkungan yang tidak higienis.
Kabar yang mungkin mengejutkan, hantavirus ternyaata sudah pernah ditemukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus ini telah terdeteksi sejak tahun 2025 lalu.
Beberapa kasus ditemukan di Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Artinya, virus ini bukan hal yang sepenuhnya baru di Tanah Air.
Namun hingga saat ini, penyebarannya masih tergolong rendah dan belum menimbulkan lonjakan kasus seperti yang terjadi di luar negeri.
Cara Pencegahan Hantavirus
Meski terdengar mengkhawatirkan, hantavirus sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Pastikan rumah bebas dari sarang atau jejak tikus dan menjaga kebersihan area rumah, terutama gudang, dapur, hingga tempat penyimpanan makanan.
Pembersihan juga dilakukan dengan teliti. Salah satu caranya dengan tidak menyapu permukaan area kotor secara langsung dan disemprot atau dilap dengan cairan disinfektan terlebih dahulu agar partikel virus tidak beterbangan.
Artikel Terkait
Sudah Masuk Indonesia, Apa Itu Virus HMPV? Ini Penyebab, Gejala hingga Pencegahan Penyakit yang Disebut Mirip Flu
Waspada Lonjakan COVID-19 di Asia, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Cegah Penyebaran di Indonesia
Kasus Covid-19 Naik Lagi di 2025, Menkes Sebut Varian Tidak Mematikan dan Masyarakat Diminta Tak Panik, Ini Penjelasannya
Heboh Virus Influenza H3N2 Masuk ke Indonesia, Menkes Sebut Superflu Tak Separah COVID-19, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Jaga Kesehatan
Virus Nipah Ada Sejak 27 Tahun yang Lalu! Berikut Pengertian, Gejala dan Penularannya hingga Cara Pencegahannya...
Ngantuk Berlebihan Bisa Jadi Alarm Bahaya! Pakar Ingatkan Gejala Awal Virus Nipah yang Mematikan