3. Dijuluki Meteor Bola Api (Fireballs)
Salah satu keunikan Lyrids adalah kemampuannya menghasilkan meteor yang sangat terang. Fenomena ini juga kerap dijuluki meteroe "bola api" (fireballs) karena kemunculannya yang lebih terang dan cepat.
Meteor jenis ini bisa bersinar lebih terang dari planet Venus dan sering meninggalkan jejak cahaya yang bertahan beberapa detik di langit. Inilah yang membuat Lyrids begitu memukau bagi para pengamat.
4. Lyrids Punya 'Kejutan Langka'
Hujan meteor Lyrids berasal dari sisa debu Komet C/1861 G1 Thatcher yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Meteor-meteor ini melesat dengan kecepatan sekitar 47 kilometer per detik. Dalam kondisi langit gelap dan cerah, fenomena unik ini bisa terlihat bermunculan sekitar 10–20 meteor per jam.
Meski tergolong sedang, Lyrids dikenal punya "kejutan" langka berupa lonjakan jumlah meteor yang bisa meningkat drastis hingga puluhan bahkan ratusan dalam kondisi tertentu.
Terkadang kemunculannya bisa berubah menjadi 'badai' meteor dengan intensitas hingga 100 meteor per jam, seperti yang terjadi pada tahun 1982, namun sulit diprediksi kapan lonjakan ini akan terjadi kembali.
5. Bisa Dilihat di Indonesia, Puncaknya 22–23 April 2026
Kabar baiknya, fenomena ini dapat disaksikan dengan jelas dari Indonesia. Puncak hujan meteor Lyrids terjadi pada malam 22 April hingga dini hari 23 April 2026.
Waktu terbaik untuk mengamati adalah mulai pukul 02.00 WIB hingga menjelang matahari terbit, saat posisi radian sudah tinggi di langit.
Untuk hasil maksimal, disarankan mencari lokasi minim polusi cahaya, seperti daerah pinggiran kota atau pegunungan, serta mengamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu.
Artikel Terkait
Unik, NASA Ungkap Terjadinya Fenomena Langka 'Smiley Face' yang Bisa Dilihat 25 April 2025, Penampakan dari Indonesia Bakal Jadi 'Sad Face'?
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kian Mengkhawatirkan, Akses Warga Terputus, Ini Penjelasan Lengkap dari BRIN
Ngeri! Detik-Detik Langit Iran Diselimuti Awan Gelap dan Turun Hujan Asam Beracun Pasca Kilang Minyak Diserang AS-Israel, Nyawa Warga Tehran Terancam
NASA Rilis Foto Perbandingan Bumi di Tahun 1969 dan 2026, Simak Perbedaan yang Mencolok Potret Bumi Dulu dan Sekarang
Kru Astronot yang Mengelilingi Bulan dalam Misi Artemis II Sudah Kembali ke Bumi, NASA: Mendarat di Perairan Lepas Pantai San Diego