Dalam unggahan yang sama, dijelaskan pula bahwa durasi tidur masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya, jam kerja, pendidikan, serta gaya hidup digital.
Aktivitas malam hari, penggunaan gawai berlebihan, hingga jam kerja yang panjang membuat waktu istirahat semakin tergerus.
Fenomena ini menjadi kontras ketika dibandingkan dengan negara-negara seperti Selandia Baru, Belanda, dan Finlandia.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa negara-negara ini memiliki rata-rata durasi tidur di atas tujuh jam per malam, sekaligus dikenal dengan sistem kerja yang lebih seimbang dan perhatian tinggi terhadap kesehatan mental.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi juga oleh sistem sosial dan kebijakan yang berlaku di suatu negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sudah Siap Liburan? Ini Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026
Pasar Tanah Abang Kembali Bergeliat, Tren Gamis Rompi Lepas Jadi Magnet Belanja Lebaran 2026
4 Fakta Kardiomiopati, Penyakit Lemah Otot Jantung yang Diderita Anak Pinkan Mambo, Gejala, Penyebab hingga Penanganannya
Apa Itu Hipotermia? Mengenal Kondisi Medis yang Kerap Mengintai Pendaki saat Naik Gunung, Gejala hingga Cara Mengatasinya
Keindahan yang Mekar di Gelap Malam, Deretan Bunga Harum Ini hanya Menyebar Aroma Saat Malam Hari
Apakah Binahong dan Gendola Aman untuk Menu Sehari-hari? Berikut Manfaatnya dalam Ilmu Tradisional Jawa