Kamis, 4 Juni 2026

Indonesia Masuk Peringkat Tujuh Dunia dengan Durasi Tidur Terpendek, Cerminan Gaya Hidup Urban yang Kian Melelahkan

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 23 Januari 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang tertidur. (Freepik/freepik)
Ilustrasi seseorang yang tertidur. (Freepik/freepik)

SketsaNusantara.id - Indonesia kembali menjadi sorotan global, kali ini bukan soal ekonomi atau budaya, melainkan pola tidur masyarakatnya.

Berdasarkan data yang dirilis World Population Review dan diunggah ulang oleh akun Instagram @ahquote, Indonesia tercatat berada di peringkat ke-7 negara dengan rata-rata durasi tidur terpendek di dunia.

Fakta ini membuka diskusi luas mengenai kualitas hidup, budaya kerja, hingga risiko kesehatan jangka panjang yang kerap diabaikan.

Baca Juga: Jangan Terkecoh! Waspada Peredaran Telur Palsu yang Diduga Terbuat dari Plastik, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Membedakannya dengan Telur Ayam Asli

“Indonesia menempati peringkat ke-7 negara dengan rata-rata durasi tidur terpendek di dunia, yakni sekitar 385 menit atau 6 jam 25 menit per malam,” tulis @ahquote yang dilansir SketsaNusantara.id.

Angka ini berada jauh di bawah rekomendasi ideal durasi tidur orang dewasa yang berkisar antara 7-9 jam per malam.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur bukan lagi fenomena individual, melainkan persoalan struktural yang menyentuh kehidupan masyarakat Indonesia secara luas, terutama di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Ramadhan Tinggal Sebentar Lagi! Bikin Sahur Pertama Makin Berkesan dengan Telur Ceplok Bumbu Simpel Ini, Begini Resepnya!

Unggahan akun @ahquote juga menyoroti bahwa durasi tidur yang rendah ini berkaitan erat dengan intensitas kerja yang tinggi dan gaya hidup urban yang padat.

Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa kondisi tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang memiliki ritme kehidupan cepat dan tuntutan produktivitas tinggi.

Lebih lanjut, unggahan tersebut menegaskan bahwa kondisi ini menjadi sinyal potensi risiko kesehatan jangka panjang akibat kurang tidur.

Baca Juga: Kapan Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold? Simak Inovasi Teknologi yang Berbeda dari Apple!

Pernyataan ini memperkuat berbagai temuan ilmiah yang menyebutkan bahwa kurang tidur dapat memicu beragam masalah kesehatan, mulai dari gangguan konsentrasi, penurunan imunitas, hingga risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Ironisnya, kurang tidur sering kali dianggap sebagai hal wajar, bahkan dinormalisasi sebagai konsekuensi dari kerja keras dan tuntutan hidup. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak serius jika berlangsung terus-menerus.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X