Jumat, 5 Juni 2026

Jangan Terkecoh! Waspada Peredaran Telur Palsu yang Diduga Terbuat dari Plastik, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Membedakannya dengan Telur Ayam Asli

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Januari 2026 | 20:00 WIB
Waspada peredaran telur palsu yang penampakannya tak seperti biasanya, sekilas mirip telur ayam asli (Instagram/lambegosiip)
Waspada peredaran telur palsu yang penampakannya tak seperti biasanya, sekilas mirip telur ayam asli (Instagram/lambegosiip)

Untuk membedakan telur asli dan palsu, perhatikan tekstur cangkangnya. Telur asli memiliki tekstur cangkar yang halus tapi berpori, namun telur palsu memiliki cangkang yang permukaannya lebih kasar dengan warna putih yang pucat dan mudah pecah karena lebih tipis.

Bentuk telur asli pada umumnya lebih oval meruncing, sementara telur palsu lebih seragam dengan bentuk bulat sempurna.

Jika dilakukan uji apung, telur asli akan tenggelam dalam air, namun telur palsu akan mengapung yang juga mengindikasikan bahwa telur tersebut rusak dan tidak layak dikonsumsi apalagi jika memiliki bau tak sedap yang cukup menyengat.

Baca Juga: Waspada Susu Palsu! Ko Steve Bongkar Perbedaan Susu Zee Asli dan Repack Palsu di Pasaran

Jika dilakukan uji senter, pda telur asli akan terlihat terang atau padat, sedangkan telur palsu akan terlihat buram atau cairan bergerak tak beraturan.

Biasanya, untuk memastikan isinya segar dan alami, bukan buatan dari bahan sintetis, telur direbus sekitar 5-10 menit.

Telur palsu akan terlihat lebih gelap dengan bagian putihnya terasa kenyal seperti gel. Hal seperti ini dianggap berbahaya apalagi jika telur tidak berbau amis, dan saat dibakar telur sintetis atau palsu akan mengeluarkan bau plastik.

Baca Juga: 2 Masakan Telur Legendaris Favorit Sultan Kraton Yogyakarta, Warisan Nusantara yang Kaya Rempah

Telur biasa akan terlihat segar setelah direbus dengan putih telur yang terlihat bersih dan memiliki kuning telur yang normal pada umumnya.

Jika digoreng perhatikan warna putih telur. Jika kuning telur memiliki warna terlalu pekat kemerahan maka telur tersebut terindikasi palsu karena mengandung campuran zat pewarna, tetapi pada telur asli warna kuningnya masih terlihat normal.

Selain tips di atas, perhatikan pula tempat pembelian telur, apakah dari peternak yang punya sertifikat dan reputasi baik, atau membeli dari supermarket besar untuk meminimalkan resiko pembelian telur palsu karena berbahaya jika dikonsumsi untuk tubuh.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @lambegosiip

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X