SketsaNusantara.id - Kebutuhan darah di rumah sakit tidak pernah berhenti. Setiap hari, ribuan pasien membutuhkan transfusi darah untuk menjalani perawatan maupun tindakan medis.
Di sisi lain, ketersediaan stok darah sangat bergantung pada para pendonor sukarela. Karena itu, donor darah rutin menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga pasokan darah tetap tersedia.
Namun manfaat donor darah tidak hanya dirasakan penerima. Berbagai penelitian dan lembaga kesehatan menunjukkan bahwa donor darah secara rutin juga memberikan sejumlah manfaat bagi pendonor yang memenuhi syarat kesehatan.
Dilansir dari situs Kemenkes, donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang untuk kemudian digunakan membantu pasien yang membutuhkan transfusi. Darah yang didonorkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan medis, mulai dari operasi, penanganan kecelakaan, hingga pengobatan penyakit tertentu.
Salah satu alasan penting melakukan donor darah rutin adalah membantu menjaga ketersediaan stok darah. Kebutuhan darah terus ada sepanjang tahun dan tidak mengenal waktu.
Rumah sakit membutuhkan berbagai golongan darah untuk membantu pasien dalam kondisi darurat maupun perawatan rutin. Karena itu, keberadaan pendonor sukarela menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan.
Selain membantu orang lain, donor darah juga membuat kondisi kesehatan pendonor dipantau secara berkala. Sebelum melakukan donor, petugas biasanya memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, suhu tubuh, dan beberapa indikator kesehatan lainnya.
Pemeriksaan tersebut membantu memastikan seseorang berada dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Dengan demikian, pendonor dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya.
Donor darah juga membantu tubuh memproduksi sel darah baru. Setelah darah diambil, tubuh akan bekerja menggantikan volume darah yang hilang melalui proses regenerasi alami.
Proses tersebut merupakan bagian normal dari mekanisme tubuh. Dalam beberapa minggu, sel-sel darah yang telah didonorkan akan tergantikan oleh sel darah yang baru.
Manfaat lain yang sering dikaitkan dengan donor darah rutin adalah membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi dalam tubuh. Kadar zat besi yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu pada sebagian orang.
Melalui donor darah yang dilakukan sesuai ketentuan medis, sebagian zat besi dalam tubuh ikut berkurang. Karena itu, donor darah sering disebut membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi bagi pendonor yang memenuhi syarat.
Artikel Terkait
Aksi Kemanusiaan Remaja Masjid Baitur Na’im Umbulrejo Tuai Apresiasi, Donor Darah Hasilkan 26 Kantong untuk PMI Jember
Antusiasme Tinggi Warnai Donor Darah Bank Mandiri Jember, Nasabah dan Karyawan Bersatu Bantu Pasien Membutuhkan
8 Link Twibbon Hari Donor Darah Sedunia 14 Juni 2026, Mari Ikut Serta Bergabung Merayakan WBDD di Media Sosial
Hari Donor Darah Sedunia: Sejarah, Tujuan, Tema 2026 hingga Alasan Diperingati Setiap Tanggal 14 Juni
Siapa Karl Landsteiner? Profil Ilmuwan Penemu Golongan Darah yang Jadi Alasan Hari Donor Darah Sedunia Diperingati Setiap 14 Juni