Kamis, 4 Juni 2026

Apa itu Superflu? Waspada Penyebaran Virus Influenza H3N2 yang Masuk ke Indonesia dan Banyak Terdeteksi di Jatim, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi waspada penyebaran virus influenza atau superflu H3N2 yang kini terdeteksi masuk ke Indonesia (Pixabay/Wphoto)
Ilustrasi waspada penyebaran virus influenza atau superflu H3N2 yang kini terdeteksi masuk ke Indonesia (Pixabay/Wphoto)

Sama seperti influenza pada umumnya, penularan superflu terjadi melalui droplet atau percikan yang terpendar ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Kontak langsung seperti berbagai minum atau makan dengan orang yang terkena flu juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Gejala superflu dilaporkan lebih intens dibanding flu biasa. Penyakit ini dapat disertai dengan gejala ringan mulai dari bersin, demam, hidung tersumbat hingga badan mengigil.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai jika penderita mengalami demam tinggi, nyeri otot ekstrem, kelelahan berat, batuk kering yang terlalu sering disertai dengan nyeri tenggorokan hingga merasakan sakit kepala hebat dan sesak napas.

Baca Juga: Sudah Masuk Indonesia, Apa Itu Virus HMPV? Ini Penyebab, Gejala hingga Pencegahan Penyakit yang Disebut Mirip Flu

Karena sifatnya yang agresif, superflu sering membuat penderitanya merasa sangat lemah dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. Di beberapa negara, pasien terkena virus ini harus mendapat perawatan intensif hingga mengakibatkan kematian.

WHO juga menekankan beberapa kelompok masyarakat lebih rentan mengalami gejala berat jika terinfeksi superflu, di antaranya adalah balita dan lansia.

Selain itu, penderita penyakit kronis dan anak dengan penyakit jantung bawaan hingga pasien kanker serta individu yang punya sistem imun rendah juga rentan terkena resiko tertular flu.

Influenza jenis ini dapat dideteksi dengan melakukan rapid test atau swab. Namun untuk memastikan varian H3N2 subclade K, diperlukan pemeriksaan genome sequencing di laboratorium khusus.

Baca Juga: Apa itu Askariasis? Mengenal Gejala Infeksi Akibat Cacing Gelang, Berkaca pada Balita Raya yang Meninggal di Sukabumi, Begini Cara Pencegahannya

WHO terus memantau perkembangan penyebaran virus ini dan mendukung negara-negara lain untuk memberikan perlindungan termasuk dengan memberikan vaksin influenza sebagai pencegahan.

Imunisasi influenza menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penularan di Indonesia sekaligus menekan tingkat keparahan penyakit.

Selain itu, masyarakat juga diimbau kembali disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga: 5 Fakta Malaria, Penyakit Endemik di Indonesia, Punya Gejala Mirip Demam Berdarah hingga Wilayah dengan Kasus Positif Terbanyak

Kemenkes menghimbau masyarakat untuk memakai masker saat sakit, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dan rutin mencuci tangan dengan sabun.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: who.int, Kemenkes RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X