5. Setelah 3 bulan, saring dan simpan cairan ekoenzim dalam botol bersih.
Menurut jurnal Environmental Chemical Engineering (Chaiwong et al., 2019), kandungan enzim dan senyawa bioaktif pada ekoenzim mampu menguraikan lemak, mengurangi mikroba patogen, dan mengikat logam berat.
Manfaat Ekoenzim
Beberapa manfaat ekoenzim yang telah terbukti secara praktis di lapangan antara lain:
- Pembersih serbaguna: Digunakan untuk mengepel lantai, mencuci piring, hingga mencuci sayur dan buah.
- Pupuk cair dan pestisida alami: Disiramkan ke tanaman untuk meningkatkan kesuburan dan mengusir hama.
- Pengurang polusi air: Ekoenzim yang dibuang ke saluran air dapat membantu memperbaiki kualitas air sungai.
- Pengharum ruangan alami: Memiliki aroma asam manis khas fermentasi yang dapat digunakan sebagai disinfektan udara. Biasanya jika memakai kulit buah yang harum seperti kulit jeruk atau apel.
Greenpeace Indonesia dalam kampanye pengurangan sampah organik menyebut ekoenzim sebagai “solusi mikro untuk masalah makro”, terutama dalam konteks pengelolaan sampah rumah tangga dan pengurangan emisi karbon dari tempat pembuangan akhir (TPA).
Edukasi dan Kesadaran Lingkungan
Komunitas Zero Waste Indonesia juga aktif mengkampanyekan pembuatan ekoenzim di berbagai kota.
Menurut mereka, kebiasaan ini tidak hanya mengurangi sampah dapur, tetapi juga membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah berbasis rumah tangga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dinas PUPR Jombang Normalisasi Sungai Akibat Limbah Industri Pengolahan Tahu di Sumbermulyo Jogoroto
3 Mahasiswa UNISNU Jepara Tawarkan Konsep Pengolahan Limbah Kayu Jadi Energi Hijau, Sukses Raih Gelar Runner-Up di Business Plan Competition di UNS
Ratusan Warga Pesisir Pantai Selatan Protes Soal Limbah Tambak Udang, Wakil Ketua DPRD Jember: Banyak Persoalan yang Terungkap
DAS Glondong Banyuwangi Darurat Limbah, PLHK Universitas Jember Tawarkan Solusi ke Pemerintah Daerah
Menilik Cerita Dibalik Sate Kere, Makanan Khas Nusantara Hasil Limbah Rumah Jagal di Zaman Hindia Belanda