Festival ini diisi dengan pesta dan permainan yang melibatkan penyamaran serta humor dan diduga menjadi asal mula perayaan April Fools Day.
Di sisi lain, Joseph Boskin, sejarawan dari Boston University menganggap asal usul April Mop yang dimulai pada pemerintahan Raja Constantine I di abad ke-3 atau abad ke-4 Masehi.
Kala itu sekelompok pelawak kerajaan mengajukan petisi untuk menjadi raja sehari. Hal tersebut dianggap sebagai lelucon.
Menariknya, sang raja pun menyetujui permintaan tersebut dan mengizinkan pelawak kerajaan bernama Jeter untuk jadi raja sehari bertepatan dengan tanggal 1 April.
Saat naik tahta, Raja Jeter pun meresmikan 1 April sebagai hari kemustahilan atau yang kini dikenal sebagai April Fools Day.
Itulah beberapa sejarah mengenai asal mula terjadinya perayaan April Mop.
Meskipun tidak memiliki akar budaya yang kuat di Indonesia, April Mop cukup dikenal, terutama di kalangan anak muda dan media sosial.
Beberapa orang dan brand pernah membuat prank ringan di tanggal 1 April, seperti melemparkan gimmick atau lelucon berupa teks atau cerita lucu yang kemudian membuat orang kegocek atau tertipu.
April Mop memang menarik, tetapi penting untuk diingat bahwa tidak semua menyukai lelucon yang terkadang bisa menyesatkan dan tanoa sengaja bisa menyinggung perasaan orang lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kenapa Valentine Identik dengan Cokelat? Berikut Sejarah hingga Kaitannya dengan Merek Cokelat Asal Inggris
Jangan Lupa 19 Februari 2025, Sudah Tau Sejarah Kohanudnas? Momen Penting ini Ternyata Jadi Kekuatan Utama Bagi Markas TNI
Siapa Tjahai Chui Mie? Sosok Perempuan Tiongkok Pertama dalam Sejarah yang Menjabat Sebagai Walikota di Indonesia
Merawat Ingatan, Menanam Semangat: Ketika Sejarah Dihidupkan di Layar dan Panggung Unipdu Jombang
Sejarah PT PFN, Perusahaan BUMN Bidang Perfilman yang Pernah Buat Film G30S PKI, Kini Dipimpin Vokalis Band Ifan Seventeen
Polemik RUU TNI, Mantan Ketua Reformasi ABRI Berharap Pemerintah Tak Mengulang Masa Lalu yang Sudah Dikoreksi Sejarah