jelajah

Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi

Selasa, 11 Februari 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi, tokoh wayang kulit yang disebut mirip Syekh Siti Jenar. (Tangkap layar Youtube MOTION 2D)

SketsaNusantara.id - Dalam dunia wayang kulit, banyak tokoh yang memiliki versi berbeda tergantung daerahnya.

Salah satunya adalah Antasena, tokoh wayang yang hanya ada dalam versi Jawa, khususnya Yogyakarta.

Sosok ini tidak ditemukan dalam Mahabharata India, menjadikannya unik dalam jagat pewayangan Nusantara.

Baca Juga: Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli

Berbeda dengan Surakarta yang menyebut Antasena sebagai nama lain dari Antareja, di Yogyakarta keduanya dianggap sebagai tokoh yang berbeda.

Meski sama-sama anak Bima dan memiliki kesaktian luar biasa, karakter mereka tidaklah sama. Antareja digambarkan lebih serius dan pendiam, sedangkan Antasena cenderung bebas dan tidak peduli dengan tata krama istana.

Dikutip SketsaNusantara.id dari buku Ensiklopedi Wayang Indonesia Edisi Revisi Aksara, terbitan Sena Wangi tahun 2019, Antasena adalah anak bungsu Bima dari Dewi Urangayu, putri penguasa lautan Sang Hyang Baruna.

Baca Juga: 3 Duet Maut di Wayang Kulit Jawa, Anak-Anak Pandawa Paling Sakti dan Kompak di Babak Perang Kembang

Lahir dari keturunan manusia, dewa, dan samudra, ia memiliki kekuatan luar biasa. Kulitnya bersisik kemerahan seperti udang, membuatnya mampu hidup di darat maupun di air. Kesaktiannya konon tak tertandingi, bahkan oleh para dewa sekalipun.

Salah satu hal yang membuat Antasena begitu menarik adalah penokohannya yang misterius. Ia digambarkan sebagai sosok yang tidak terikat dengan aturan duniawi, berbicara blak-blakan tanpa peduli unggah-ungguh. Karakter seperti ini membuat banyak dalang merasa ragu untuk membawakannya dalam pertunjukan wayang.

Baca Juga: Dihormati tapi Juga Dibenci, Misteri Ksatria Wayang Kulit Berwujud Raksasa, Kutukan akibat Perbuatan Ayahnya?

Dalam dunia pewayangan, biasanya ada batasan moral yang membedakan tokoh baik dan jahat. Namun, Antasena seperti melampaui batasan itu. Kesaktiannya begitu besar sehingga tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Karena itulah, banyak yang melihatnya sebagai sosok bijaksana yang tidak terikat oleh dunia, mirip dengan tokoh sufi dalam sejarah Islam seperti Syeh Siti Jenar atau Abdul Qadir Jaelani.

Sebagai seorang yang menempuh jalan kebijaksanaan sejati, Antasena digambarkan tidak tertarik dengan kekuasaan atau kehidupan duniawi.

Halaman:

Tags

Terkini