SketsaNusantara.id - Kuliner khas daerah selalu menarik untuk dijelajahi, apalagi jika memiliki perpaduan rasa yang unik dan menggugah selera.
Salah satu yang kini tengah menjadi sorotan adalah "Gucel", singkatan dari Gudeg dan Pecel, yang bisa dinikmati di Warung Lumintu, Jember, Jawa Timur.
Keunikan sajian ini semakin menarik perhatian publik setelah diulas oleh konten kreator bule asal Australia, David Andrew Jephcoot, atau yang akrab disapa Cak Dave dan dikenal khalayak luas sebagai Londo Kampung.
Dalam konten video yang diunggah di akun Instagram @londokampung, Dave menyebut Warung Lumintu yang berada di Jalan Kerta Negara No.33, Kaliwates, Jember, telah berdiri sejak tahun 1980-an.
Pemilik menyebut Warung Lumintu telah berdiri sejak tahun 1968, namun foto yang dipajang di warung baru diterbitkan pada tahun 1980 yang menunjukkan kepopuleran warung legendaris ini selama dua dekade.
Awalnya, warung ini hanya menyajikan menu Gudeg dan Pecel secara terpisah. Namun, banyak pelanggan meminta kedua menu dicampur dalam satu piring.
Hasilnya di luar dugaan, perpaduan Gudeg yang gurih dan Pecel dengan bumbu kacang yang sedikit manis ternyata begitu pas di lidah, sehingga banyak pelanggan lain yang mulai memesan kombinasi menu "Gucel" yang kini menjadi ikon kuliner khas di Jember.
"Ini warung lumintu sudah ada sejak tahun 1960-an tapi fotonya itu diambil tahun 1980, awalnya cuma menu nasi gudeg tapi ada pembeli yang minta dicampur Pecel dan ternyata banyak yang suka," kata pemilik warung Lumintu dalam video yang diunggah di akun Instagram @londokampung dikutip SketsaNusantara.id pada hari Rabu, 29 Januari 2025.
"Wah bener ini Gucel namanya ya, alias Gudeg Pecel, tapi memang aslinya gudeg itu gurih terus pecel kadang bumbu kacangnya manis jadi mantap rasanya pas," kata Dave yang kala itu mencicipi langsung menu Gudeg yang dicampur Pecel di warung tersebut.
Dave, konten kreator asal luar negeri yang fasih berbahasa Jawa, tertarik mencoba kuliner unik ini setelah menemukannya melalui pencarian di Google.