Tradisi Wulan Kapitu tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual bagi masyarakat Tengger, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga kelestarian alam sekitar.
Melalui puasa mutih dan meditasi, mereka berusaha menjaga keseimbangan dengan alam, yang diyakini berperan penting dalam kehidupan mereka.
Dengan demikian, pelaksanaan ritual ini tidak hanya mendalam secara religius, tetapi juga berdampak positif bagi pelestarian alam dan kebudayaan lokal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!