Di balik kepopuleran Glodok sebagai salah satu pusat perekonomian Jakarta, kawasan ini rupanyaya dibangun sebagai tempat isolasi orang Tionghoa pada masa penjajahan Belanda.
Sejarah panjang di balik wilayah ini juga berkaitan dengan pembantaian orang Tionghoa.
Sekitar tahun 1740, jumlah orang Tionghoa di Batavia meningkat pesar hingga membangun perkebunan gula.
VOC yang merasa khawatir dengan perkembangan komunitas Tionghoa ini akhirnya melakukan berbagai cara untuk membatasi jumlah orang Tionghoa.
Salah satunya dengan menurunkan kuota produksi gula yang memicu gelombang pengangguran massal.
Hal ini juga memicu kriminalitas hingga akhrinya VOC merencanakan memindahkan orang-orang Tionghoa yang tidak terdaftar ke wilayah Sri Lanka.
Rencana ini memicu aksi pemberontakan yang berakhir dengan pembantaian orang Tionghoa.
Menurut sejarahwan Susan Blackburn dalam bukunya Jakarta: Sejarah 400 Tahun, setidaknya ribuan rumah orang Tionghoa dijarah dan dibakar dengan kemungkinan korbannya lebih dari 1.000 orang China.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!