Menurut kisah yang beredar di masyarakat sekitar, Djamijah merupakan istri penawas perkebunan pada masa pemerintahan Hindia Belada.
Suaminya yakni Taalman Kip yang oleh masyarakat setempat dipanggil dengan Tuan Gip.
Dari kisah yang beredar di masyarakat tersebut, diyakini pernikahan keduanya tidak direstui, mengingat status sosial Djamijah yang merupakan seorang pribumi.
Setelah menikah, pada tahun 1901 Djamiah meninggal di usia 28 tahun lalu Tuan Gip dipindahtugas ke daerah Maospati hingga pensiun.
Kedati demikian, masih ada banyak misteri dalam makam Belanda yang merupakan tempat peristirahatan terakhir DJamijah.
Salah satunya inisial di tanggal Mausoleum yaitu GBFFQS yang jika dipecahkan dengan sandi Vigenere menjadi HJMIRA.
Inisial tersebut tidak cocok dengan inisial Tuan Gip yakni MJVETK.
Kedati demikian, kisah cinta keduanya diyakini oleh masyarakat setempat hingga munculnya sebutan 'Monumen Cinta' untuk makam tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!